Menjaga Masjid Menjaga Masyarakat Dari Radikalisme (3)

Dipublikasikan oleh : Pustaka Madura pada 07 November 2017 |


Esai Addarori Ibnu Wardi

Sedikit saya punya pengalaman, kenal dengan seorang Mahasiswi awalnya dia berpenampilan biasa saja, bahkan cenderung 'Mengumbar' aurat. Selama 3 bulan, sekarang anak itu sudah berubah menjadi Perempuan yang bercadar, dengan pakaian yang membahayakan kalau pakai motor manual, karena bisa nyangkut di Gir. Setelah saya tanya, apakah keluarga dia tidak merasa aneh atau mungkin bahkan keberatan? dia menjawab "TIdak.! Justru keluargaku yang latar belakangnya lulusan SMP, mereka senang dengan perubahanku. Aku juga mengajarkan mereka untuk Belajar Islam yang benar. Adikku juga sudah mulai merubah penampilan, dan bapakku juga. Apalagi, aku juga makin aktif ke musalla atau masjid." Mendengar jawaban ini, hati saya langsung Njleb, kayak disiram air panas.

Artinya apa? Sementara mereka yang kita anggap salah, terus menggunakan pola-pola dakwah ke tempat-tempat yang saya sendiri menjauhi. Alasan mereka sederhana banget, selain bersentuhan dengan masyarakat langsung, Masjid adalah tempat yang paling murah untuk melakukan kegiatan, karena gratis. Syukur-syukur kalau ngadain kegiatan malah masyarakat membantu mereka dengan memberi makanan atau kebutuhan-kebutuhan mereka. Sementara saya sibuk mencari tempat mewah dengan dana dari Proposal sana-sini. Bukankah Barrack Obama juga membuat masyarakat 'sadar' Politik hingga mereka banyak yang menyisihkan uangnya untuk Kepentingan Obama nyalon presiden?

Kesimpulannya, seharusnya saya melawan 'musuh' itu sesuai dengan apa yang musuh kita lakukan. Gerakan lawan dengan gerakan yang sama. Kalau musuh kita sedang menyandera masyarakat banyak, lalu kita memborbardir dengan bom atom, ya nasibnya akan sama dengan Hiroshima dan Nagasaki. Masyarakat akan mati, bukan terselamatkan. Kalau gerakan dakwah mereka yang demikian justru dibalas dengan kecaman hingga caci maki, percayalah, kepercayaan mereka pada saya akan terus berkurang dan habis.

Setelah itu, saya mencoba meneguhkan hati, Oke saya kembali kemasjid. Saya akan menemani anak-anak SD mengaji, bercerita tentang Rasulullah yang ringan-ringan. Karena, tujuan saya mencari ilmu adalah untuk terus menyalurkan ilmu yang saya dapatkan agar terus mengalir Ilmu itu dengan baik. Kembali ke Masjid, kembali ke masyarakat.

setelah perenungan ini, saya menjadi sadar apa yang menjadi cerita Mas Saiful Sayyidan saat dulu di Presidium GMNI lalu ditanya oleh Almarhum Bapak Taufiq Kiemas. "Syaiful, kamu setelah ini (Di GMNI) mau jadi apa?", mas Syaiful menjawab "Saya mau kembali ke Kampung dan menjadi tukang adzan di Musalla."

bersambung
  1. Menjaga Masjid Menjaga Masyarakat dari Radikalisme (1)
  2. Menjaga Masjid Menjaga Masyarakat Dari Radikalisme (2)
  3. Menjaga Masjid Menjaga Masyarakat Dari Radikalisme (3)
  4. Menjaga Masjid Menjaga Masyarakat Dari Radikalisme (4)

Kabar Pilihan

    Jurnalisme Warga

    Budaya Madura

    Lihat seluruh kategori Budaya Madura»

    Wisata Madura

    Lihat seluruh kategori Wisata Madura»

    Dunia Wanita

    Lihat seluruh kategori Dunia Wanita»

    Hidup Sehat

    Lihat seluruh kategori Hidup Sehat»

    Akar Rumput

    Lihat seluruh kategori Akar Rumput»

    Kiat Kreatif

    Lihat seluruh kategori Kiat Kreatif»