Geliat Pasar Kayu Sumenep Memprihatinkan | Suara Terkini dari Madura

Geliat Pasar Kayu Sumenep Memprihatinkan

Bagi masyarakat kota Sumenep, Madura, Jawa Timur, nama Pasar Kayu (pasa kaju :mdr) tidak asing lagi, lantaran sebutan nama ini sudah dikenal sejak jaman dulu.

Sebagaimana pasar umumnya, di Pasar Kayu ini memang terdapat orang berjualan kayu. Namun kayu yang dijual hanya untuk kayu pembuatan perahu, yaitu batangan pohon camplong dari ukuran besar sampai sedang, dari berbagai bentuk siku, semi oval, lurus dan lainnya sesuai dengan lengkung perahu.

Salah seorang penjual dari lima temannya dalam usaha yang sama, H. Mohammad Ali mengaku, sekarang pembeli kayu untuk perahu sangat jarang, hal ini karena pembuatan perahu jarang pula. “Pembuat perahu yang biasanya dari desa Tanjung, Pagar Batu sudah jarang membuat perahu, kalaupun ada untuk perahu-perahu memancing saja. Itupun jarang”, ungkapnya pada Madura Aaktual, Senin, (01/11/2014).

Dulu, cerita penjual kayu yang akrab dipanggil Pak Mattali itu, disekitar sini banyak penjual kayu, selain sisi timur tempat ia berjual, juga seberang jalan banyak tumpukan kayu. Namun mereka tidak mampu bertahan, karena pasar pembeli sangat jarang.

“Saya menjual kayu disini sudah sekitar 50 tahun, menruskan usaha orang tuanya ditempat ini juga”, terang Pak Mattali berasal dari Desa Larangan, Kecamatan Batuputih, Sumenep.

Pihaknya mengaku, sekarang sangat sulit untuk mendapat kayu atau pohon camplong. Untuk mendapatkan kayu yang diharapkan, ia harus berkeliling ke beberapa kecamatan untuk membeli pohon camplong, lalu dipotongkan melalui jasa penggergaji.

“Makanya harga yang dijualnya agak mahal, selain sulit didapatkan masih ditambah biaya pemotongan,” jelasnya.XX Ditanya harga jual, Pak Mattali menyebut angka kisaran angka 800 ribuan sampai 1,2 juga perpotong. “Tapi tergantung model dan ukuran”, tambahnya

Pasar Kayu yang terletak di Jl. Yos Sudarso, Desa Pabian, Kota Sumenep, dipinggir jalan memang tampak tumpukan kayu berbagai model dan diantaranya berdsiri warung (gubuk) berjejer , sebagai tempat membeli juga transaksi. (Ilham Y Pramunsyi)
Lebih baru Lebih lama

Popular Items