Lomba Siswa Sebatas Pemantik, Sekolah Harus Mengembangkannya

Madura Aktual, Sumenep; Sejak dini potensi anak akan mampu dikembangkan apabila ada sebuah proses, dan dari proses itu kemudian anak-anak mampu menunjukkan kompetitifnya dalam sebuah arena lomba. 
 
Dan untuk meningkatkan kreatifitas serta mengembangkan potensi anak, baik potensi seni dan olahraga maka event tahunan lomba Hari Anak Nasional (HAN) dan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) menjadi wadah yang representatif menggali potensi anak sejak dini. Penggalian potensi bakat dan minat sejak dini akan membawa dampak menghasilkan output sesuai dengan harapan. 

Event tahunan Hari Anak Nasional (HAN) dan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), telah digelar sesuai dengan program yang telah dicanangkan. Drs. Aunur Rafiq, MM, Kasi Kesiswaan menyatakan lomba HAN pada tahun ini adalah HAN tingkat TK, SD dan SLB, sedangkan O2SN adalah tingkat SD yang nantinya akan berlanjut ke tingkat propinsi yang akan digelar pada bulan Juni.

“Event dari HAN dan O2SN adalah menggali portensi bakat dan minat anak baik potensi olahraga dan seni dan hasil lomba tingkat kabupaten yang akan menjadi duta propinsi baik seni maupun olahraga. Kedua event ini adalah menggali  potensi, bakat dan minat siswa, sedangkan pengembangan lingkungan dan karakter di sekolah ada lomba Sekolah Sehat,” kata Aunur Rafiq,   

Aunur menegaskan bahwa event lomba, yaitu Hari Anak Nasional (HAN) dan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) sangat penting mengajarkan anak mampu berkompetensi secara sehat dalam pengembangan kreatifitas, potensi diri, bakat dan minat. Di tingkat propinsi Sumenep mempunyai target dari O2SN adalah bola volly dan Kid atletik dan bidang seni pada lomba nyanyi,

“Kami tidak menafikan cabang-cabang yang lain karena berdasarkan catatan dari tim pembina bahwa gret dari kedua cabang  ini lebih tinggi dari tahun kemarin. Target inilah yang akan kami capai, dan tentunya cabang-cabang lainpun menjadi skala prioritas untuk berjaya di propinsi,” ujarnya

Menurut Aunur event tahunan ini selalu melibatkan semua komponen sekolah yang mengirimkan duta-duta terbaiknya pada lomba HAN maupun O2SN. Gebyar lomba ini selalu mendapatkan antusias dari semua kontingen baik yang berada pada wilayah daratan maupun kepulauan, dan bibit-bibit baru setiap tahun selalu bermunculan.

“Ini membuktikan bahwa kreatifitas, potensi, bakat dan minat anak oleh para pembimbingnya selalu digali potensinya. Dan pada ajang ini para siswa mampu menunjukkan kompetensinya untuk berkompetitif dengan membawa nilai-nilai sportifitas, “ jelasnya

Sedangkan pada ajang lomba Sekolah Sehat lebih memfokuskan perubahan perilaku dan pembentukan karakter dari para siswanya dan stake holder dalam institusi sekolah tersebut secara berkelanjutan. 

Aunur menuturkan bahwa Sekolah Sehat adalah embrio dari UKS, dengan demikian perubahan perilaku hidup sehat dan pembentukan karakter menjadi skala prioritas dalam hal penilaian. Penanaman sejak dini perilaku hidup bersih dan sehat serta penanaman karakter cinta lingkungan menjadi tujuan utamanya.

“Lomba hanyalah sebatas bungkusnya saja, pemantiknya saja, selanjutnya bagaimana semua warga sekolah setelah memenangkan lomba Sekolah Sehat betul-betul menerapkan hidup bersih dan sehat dalam keseharian baik di lingkungannya menjadi kontuniutas yang tersistematis,” jelas Aunur 

Dan untuk tahun ini, Tambah Aunur,  ada 3 sekolah yang akan amenjadi duta Sumenep di tingkat propinsi, yaitu yaitu SDN Ambunten Tengah 4, SDN Kalianget barat 1 dan SDK Sang Timur kec. Kota. Untuk lomba Sekolah Sehat  kami melibatkan Puskesmas dan Badan Lingkungan Hidup.

Aunur juga memastikan, bagi pemenang Sekolah Sehat Dinas Pendidikan memberikan reward berupa uang pembinaan dan juga merehabilitasi sarana prasarana melalui dana DAK yang bertujuan semua sarpras terpenuhi sebagaimana ketentuan dalam perlombaan karena nantinya para pemenang akan menjadi duta Sumenep di tingkat propinsi.

Oleh karenanya, tambah Kasi Kesiswaaan ini berharap agar supaya para guru melalui gugusnya masing-masing untuk tetap melaksanakan kegiatan-kegiatan yang bertujuan mengembangkan kreatifitas, mengembangkan potensi, bakat dan minat para peserta didik dan mengoptimalkan kegiatan di gugus masing-masing dalam upaya meningkatkan kualitas diri dan ini akan berdampak pada kualitas anak didik. (El)