Bahasa dan Sastra Madura Nyaris Kehilangan Jati Dirinya | Suara Terkini dari Madura

Bahasa dan Sastra Madura Nyaris Kehilangan Jati Dirinya

Madura Aktual, Sumenep; Bahasa dan sastra Madura, sebagai bagian dari budaya Madura, nyaris kehilangan jati dirinya, karena jumlah penuturnya makin berkurang. Inilah salah satu alasan Lembaga Kajian Budaya, Pangesto Net Think Community Sumenep bekerjasama dengan Balai Bahasa Jawa Timur (BBJT) mengadakan sarasehan bahasa dan sastra Madura, Sabtu (17/10/2015) di aula STKIP Sumenep

Sarasehan dengan mengambil tema Menggali Kualitas Bahasa Madura Melalui Sastra itu berlangsung menarik dengan menghadirkan nara sumber penyair Hidayat Raharja, Muhammad Salahuddin intelektual muda Pondok Pesantren An-Nuqayah, dan  Mashuri, sastrawan yang  juga bekerja di BBJT

Hidayat Raharja menilai, kecenderungan generasi Madura kurang berminat terhadap penggunaan bahasa Madura. Bahkan mereka merasa tertinggal jaman dan malu bila menggunakan bahasa Madura dalam berkomunikasi sehari-hari.

“Lebih parah lagi, para orang tua enggan menanamkan bahasa Madura dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak mulai dini justru dipaksakan menggunakan percakapan bahasa Indonesia,” katanya.

Sementara Muhammad Salahuddin, yang akrab dipanggil Kiai Miming itu menengarai persoalan penerapan bahasa Madura selama ini ditekankan melalui aksara, atau teks.

“Penerapan bahasa Madura melalui aksara justru membebani penggunanya. Seharusnya untuk pengembangan bahasa Madura dikuatkan melalui bahasa lisan,” urainya.

Sedang Mashuri yang selama ini banyak mengamati fenomena sastra Madura mengaku bahwa sebenarnya Madura kaya akan kearifan lokalnya.

“Menggali kearifan merupakan salah satu upaya untuk membangun kekuatas bahasa dan sastra Madura,” katanya.

Sarasehan yang dipandu sastrawan Syaf Anton Wr itu, diikuti peserta dari unsur lembaga pendidikan, pondok pesantren, komunitas seni, seniman dan mahasiswa STKIP Sumenep (mak)
Lebih baru Lebih lama

Popular Items