Madura Aktual, Bangkalan; PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) di Pelabuhan Kamal, Bangkalan, Jawa Timur terancam melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) dengan sejumlah karyawannya.
Hal ini disebabkan pendapatan perusahaan turun drastis, pengguna jasa penyeberangan kapal dari Pelabuhan Kamal - Tanjung Perak, Surabaya kian sepi.
Supervisor PT ASDP Pelabuhan Kamal Chairil Anwar mengatakan, setelah Jembatan Suramadu digratiskan bagi kendaraan roda dua, penumpang di Pelabuhan Kamal selalu sepi. Akibatnya pengurangan karyawan tidak dapat dihindarkan.
Menurutnya, kondisi itu merupakan dampak langsung dari kebijakan pemerintah yang menggratiskan tol Suramadu bagi kendaraan roda dua.
”Padahal 80 persen pendapatan kami dari kendaraan roda dua. Karena penumpang sepi, jumlah armada kapal yang beroperasi di Pelabuhan Kamal akan dikurangi.” katanya kemarin (26/06/2015).
Pengurangan armada kapal dan karyawan bertujuan untuk menekan tingginya biaya operasional per harinya yang mencapai Rp 1,2 juta. Dan saat ini ada lima armada kapal yang melayani penyeberangan dari Pelabuhan Tanjung Perak–Pelabuhan Kamal.
”Kalau dua kapal dipindah, 40 karyawan ASDP terancam PHK. Sebab satu kapal biasanya dikelola 20–21 anak buah kapal (ABK),” ungkap Chairil Anwar.
Ditambhkan, untuk sewa lahan setiap tahun sebelumnya hanya Rp 1 miliar. Namun saat ini sudah mencapai Rp 2,3 miliar. Untuk mencapai Rp 2,3 miliar, setiap bulan pendapatan ASDP minimal Rp 20 juta.
”Sedangkan pendapatan kami tidak sampai nominal tersebut,” pungkasnya. (*)
Hal ini disebabkan pendapatan perusahaan turun drastis, pengguna jasa penyeberangan kapal dari Pelabuhan Kamal - Tanjung Perak, Surabaya kian sepi.
Supervisor PT ASDP Pelabuhan Kamal Chairil Anwar mengatakan, setelah Jembatan Suramadu digratiskan bagi kendaraan roda dua, penumpang di Pelabuhan Kamal selalu sepi. Akibatnya pengurangan karyawan tidak dapat dihindarkan.
Menurutnya, kondisi itu merupakan dampak langsung dari kebijakan pemerintah yang menggratiskan tol Suramadu bagi kendaraan roda dua.
”Padahal 80 persen pendapatan kami dari kendaraan roda dua. Karena penumpang sepi, jumlah armada kapal yang beroperasi di Pelabuhan Kamal akan dikurangi.” katanya kemarin (26/06/2015).
Pengurangan armada kapal dan karyawan bertujuan untuk menekan tingginya biaya operasional per harinya yang mencapai Rp 1,2 juta. Dan saat ini ada lima armada kapal yang melayani penyeberangan dari Pelabuhan Tanjung Perak–Pelabuhan Kamal.
”Kalau dua kapal dipindah, 40 karyawan ASDP terancam PHK. Sebab satu kapal biasanya dikelola 20–21 anak buah kapal (ABK),” ungkap Chairil Anwar.
Ditambhkan, untuk sewa lahan setiap tahun sebelumnya hanya Rp 1 miliar. Namun saat ini sudah mencapai Rp 2,3 miliar. Untuk mencapai Rp 2,3 miliar, setiap bulan pendapatan ASDP minimal Rp 20 juta.
”Sedangkan pendapatan kami tidak sampai nominal tersebut,” pungkasnya. (*)
Tags:
Bangkalan
