Jangan Takut Menjadi Masyarakat Internasional | Suara Terkini dari Madura

Jangan Takut Menjadi Masyarakat Internasional

Sebagai mana kunci utama agar Indonesia bisa bersaing dalam mengembangkan ekonomi ASEAN, yang pertama adalah sumberdaya manusia (SDM), kedua adalah sertifikasi kompetensi sumberdaya manusia yang sangat ketat yang telah diatur dalam MEA. Ketiga kesiapan produk dengan kreasi dan inovasi yang bisa mendatangkan pasar yang bagus.

Kemudian yang keeempat kesiapan regulasi dan kebijakan pemerintah dalam mengatur agar tidak ada aturan yang tumpang tindih yang menyulitkan dalam imlementasinya di lapangan. Seperti halnya beberapa kali adanya keluhan yang diungkapkan oleh para engrajin keris yang kesulitan mendapatkan ijin ketika harus memasarkan produksinya ke luar Sumenep.

Sementara Kepala Sub Bidang Kawasan ASEAN dan SDM Dirjen Kerjasama ASEAN, Kementerian Luar Negeri, RI, Dicky Yunus mengungkapkan kesiapan yang paling penting dalam menghadapi ekonomi ASEAN adalah sumberdaya manusia yang memadai. Karena itu, pihaknya mengajak seluruh elemen baik, pemerintah dan masyarakat mempersiapkan diri dalam menyongsong ekonomi ASEAN.

“Sebab, seluas apapun potensi sumberdaya alam kita, jika tidak ditopang oleh sumberdaya manusia yang terampil dan kreatif tidak akan menghasilkan sebuah produk yang baik.”tambahnya.

Disamping itu, menurut Dicky, pentingnya sertifikasi kompentensi sumberdaya manusia yang diakui secara internasional. Karena sebenanrya di Indonesia sangat banyak SDM yang potensi dan bisa mengembangkan profesionalismenya dengan baik. Apalagi Indonesia memiliki potensi luas wilayah yang hampir sepertiga penduduk ASEAN merupakan warga Indonesia.

Jadi, tidak boleh takut untuk menjadi masyarakat internasional, karena nantinya yang akan merasakan adalah anak cucu kita dan ini tidak lepas dari sungbangsih yang dilakukan saat ini. Karena itu Indonesia harus terus berusaha membuka diri dengan dunia luar, sehingga tidak sepi dan merasa tidak sendiri dalam mengelola potensinya dengan baik. Meskipun harus berhadapan dengan negara-negara maju seperti Malaysia dan Siingapura.

Dalam MEA 2015 nanti, salah satu dari 3 pilar yang menopangnya adalah bidang politik dan keamanan ASEAN, Ekonomi ASEAN serta Sosial budaya ASEAN. Misalnya dalam bidang poltik dan keamanan bagaimana dengan persoalan laut China serta persoalan perdagangan orang. Di bidang Ekonomi terkait dengan infrastruktur dan sumberdaya manuaia. Serta persoalan komonitas yang berkaitan dengan pertemuan persaingan dibidang sosial budaya di maisng-masing negara di Asia Ttenggara ini. 

Diakui pula oleh Dicky, jika para pemimpin ASEAN juga sepakati 8 areal SDM yang bebas keluar masuk di ASEAN, yang sangat dimungkinkan Indonesia juga sangat mumpuni untuk mengisi dan bisa bersaing dengan SDM dibeberapa negara ASEAN sejak 1 Januari 2015 nanti. Seperti halnya tenaga dokter umum, dokter gigi, perawat, bidan, arsitek, insinyur dan lainnya, yang bisa praktek di beberapa rumah sakit yang ada di ASEAN termasuk di Indonesia. (bersambung: ASEAN Goes to School (AGiS) di Sumenep)
Lebih baru Lebih lama