Adapter charger yang tetap terpasang di stop kontak padahal tak dipakai ternyata bisa memicu berbagai bahaya yang sering kali tidak disadari banyak orang.
Seperti diketahui, banyak orang terbiasa membiarkan charger tetap terpasang meskipun smartphone atau gawai lainnya sudah selesai diisi dayanya. Alasannya pun sederhana: malas mencabut dan berniat menggunakannya kembali nanti. Kebiasaan ini memang terasa sepele dan sangat umum terjadi di kalangan masyarakat.
Namun, para ahli kelistrikan menyarankan agar kebiasaan tersebut mulai dikurangi atau bahkan dihentikan sepenuhnya, karena ada sejumlah risiko serius yang tersembunyi di baliknya. Salah satu alasan utamanya adalah konsumsi listrik tersembunyi. Charger yang dibiarkan menancap tetap menarik daya listrik meski tidak sedang digunakan untuk mengisi daya gawai. Fenomena ini dikenal dengan istilah phantom load atau vampire power.
“Memang bukan konsumsi listrik yang besar dalam satu waktu, tetapi jika dibiarkan terus-menerus setiap hari, dalam jangka panjang jumlahnya akan cukup signifikan dan terasa penambahannya di tagihan listrik bulanan,” ungkap Josh Leclair, Ahli Kelistrikan Utama sekaligus pemilik Village Home Services.
Selain masalah pemborosan listrik, faktor keamanan dan masa pakai charger juga menjadi perhatian utama. Brendan McCarthy, CEO dan pemilik Salt Service Company di Austin, Texas, menjelaskan bahwa charger yang terus terhubung ke stop kontak akan tetap berada dalam kondisi aktif dan menghasilkan suhu yang hangat
“Charger yang terus dibiarkan terpasang akan terus-menerus hangat, sehingga komponen-komponen elektronik di dalamnya akan mengalami tekanan berlebih dan menjadi lebih cepat aus serta rusak,” tambah McCarthy.
Pada kondisi tertentu, risiko yang muncul jauh lebih mengkhawatirkan. Terutama jika charger tersebut sudah berumur tua, memiliki kerusakan fisik, atau memiliki kualitas pembuatan yang kurang baik, panas berlebih yang terakumulasi berpotensi memicu korsleting listrik hingga berujung pada risiko kebakaran di rumah.
Risiko bahaya lain juga muncul bagi keluarga yang memiliki anak kecil atau hewan peliharaan. Kabel charger yang menjuntai ke bawah dapat ditarik, digigit, terinjak, atau dimainkan secara tidak sengaja oleh mereka.
“Gigitan hewan atau tarikan tangan anak secara tidak sengaja dapat merusak lapisan pelindung kabel dan membuat bagian penghantar listrik di dalamnya menjadi terbuka,” kata Leclair.
Meski tidak lagi digunakan untuk mengisi daya, ujung kepala charger tetap dialiri arus listrik selama terpasang. Jika kabel rusak hingga bagian dalamnya terbuka, kondisi ini dapat memicu sengatan listrik yang berbahaya maupun korsleting listrik yang merusak peralatan lain.
Di samping itu, penggunaan kepala charger dan kabel data yang tidak sesuai spesifikasi atau tidak asli juga dapat memperparah dampak buruk dari kebiasaan malas mencabut charger. Jika seseorang menggunakan kepala charger berdaya besar namun dipasangkan dengan kabel berkualitas rendah atau tidak kompatibel, lalu dibiarkan terus terpasang di stop kontak, panas yang dihasilkan tidak akan tersalurkan dengan baik ke lingkungan sekitar. Akibatnya, suhu charger menjadi jauh lebih panas dari batas wajar dan meningkatkan risiko kerusakan permanen pada alat tersebut.
Pada akhirnya, akibat kebiasaan malas mencabut charger dari colokan listrik, pengguna justru harus mengeluarkan biaya lebih untuk membeli adapter baru lebih cepat dari semestinya karena alat menjadi mudah rusak.
Para teknisi listrik menilai, kebiasaan mencabut charger dari colokan listrik bukanlah tindakan berlebihan atau panik yang tidak beralasan, melainkan langkah sederhana yang memberikan manfaat besar dalam jangka panjang. Manfaatnya meliputi masa pakai charger yang menjadi jauh lebih awet, konsumsi listrik rumah tangga yang bisa ditekan, serta risiko bahaya keselamatan di rumah yang ikut berkurang drastis.
Bagi yang merasa repot jika harus mencabut dan memasang kembali charger setiap saat, solusi praktis yang bisa dilakukan adalah memanfaatkan stop kontak yang dilengkapi dengan sakelar pemutus arus. Jadi, setelah selesai mengisi daya gawai, pengguna cukup mematikan sakelar pada stop kontak tersebut. Dengan begitu, aliran listrik terputus sepenuhnya tanpa perlu repot mencabut adaptor satu per satu (kompas.com)
