Kearifan Lokal Pendorong Hidup Lebih Seimbang | Suara Terkini dari Madura

Kearifan Lokal Pendorong Hidup Lebih Seimbang

Madura Aktual, Kearifan lokal Madura, sudah mulai ditinggalkan oleh masyarakatnya. Akibatnya banyak anak-anak dan generasi muda Madura tidak mengenal lagi ajaran kearifan dalam kedupan sehari-harinya.

 Hal tersebut dikatakan Syaf Anton Wr, ketika memberikan apresiasi pada acara pertemuan bulanan Kompolan Tera’ Bulan, di Pamolokan Kota Sumenep, Madura, Kamis (12/02/2015) malam.

Syaf Anton mengingatkan, bahwa kearifan lokal masyarakat Madura merupakan pola yang mendorong orang untuk lebih hidup secara seimbang. Keseimbangan hidup bukan hanya sesama manusia, juga kepada Sang Khalik.

“Namun sekarang penerapan kearifal lokal tidak lagi banyak digunakan oleh masyarakat kita, karena masyarakat kita cenderung lebih memilih fenoma berkembangan yang dianut masyarakat perkotaan”, ungkapan budayawan Madura itu.

Salah satu penyebab makin dijauhinya kearifan lokal Madura, menurut Anton, yaitu penggunakan bahasa ibu, yaitu bahasa Madura. “Sekarang ini komunikasi antar anak dengan orang di Madura, lebih memilih menggunakan bahasa Indonesia”, ujarnya.

“Ironisnya, penggunakan bahasa Indonesia diajarkan orang tua sejak lahir, sehingga anak-anak tidak lagi punyai kesempatan mengenal bahasa ibunya”, katanaya.

Untuk itu, Anton mengajak untuk membangkitkan kembali penggunaan bahasa Madura, yaitu dimulai dari diri sendiri, lingkungan rumah dan pertemuan-pertemuan semacam ini”, harapnya.xx Kompolan Tera’ Bulan ini memiliki keanggotaan aktif sekitar 200 orang, dan setiap pertemuannya dengan menggunakan bahasa Madura (elma)
Lebih baru Lebih lama