Polisi Jepang Tangkap Pemerkosa Lebih Dari 100 Wanita | Suara Terkini dari Madura

Polisi Jepang Tangkap Pemerkosa Lebih Dari 100 Wanita

Polisi Jepang
Madura Aktual; Tindakan pemerkosaan adalah perbuatan bejat, apa jadinya bila seorang pria melakukan pemerkosaan lebih 100 wanita. Tidak ada kalimat yang patut disebut, ,kecuali dihukum mati.

Pria tersebut yang kemudian diketahui bernama Hideyuki Noguchi, selama dua tahun hingga November 2013, puluhan wanita merespons iklan yang mencari para relawan untuk "riset klinis pengukuran tekanan darah saat tidur". Pemasangan iklan tersebut merupakan cara Noguchi untuk menjaring korban-korbannya.

Dari perbuatannya, Noguchi akhirnya ditangkap oleh Kepolisian Jepang dan diduga para korban sebelum diperkosa, mengira diri mereka ikut serta dalam studi klinis, lebih dulu diberi obat tidur.

Detektif sebagaimana dilansir kantor kantor berita AFP, Selasa (3/2/2015), selama dua tahun hingga November 2013, puluhan wanita merespons iklan yang mencari para relawan untuk "riset klinis pengukuran tekanan darah saat tidur". Pemasangan iklan tersebut merupakan cara Hideyuki Noguchi untuk menjaring korban-korbannya.

Pria berumur 54 tahun itu telah memberikan obat tidur kepada wanita-wanita yang dibawanya ke hotel-hotel dan resor-resor. Begitu wanita-wanita itu tak sadarkan diri, Noguchi memperkosanya dan merekam adegan kejahatan seks tersebut.

Rekaman adegan pemerkosaan tersebut kemudian diposting di Internet ataupun dijual ke produser film porno. Diduga Noguchi berhasil meraup lebih dari 10 juta yen dari praktik jahatnya ini.

Juru bicara kepolisian di Chiba, sebelah timur Tokyo, mengkonfirmasi bahwa setidaknya tercatat 39 korban pemerkosaan Noguchi. Mereka yang berumur belasan tahun hingga 40-an tahun ini tinggal di Tokyo, Chiba, Osaka, Tochigi dan Shizuoka.

Namun menurut para detektif, mereka hanyalah sebagian dari total lebih dari 100 wanita yang telah menjadi korban kebejatan Noguchi. Kepolisian Jepang masih melakukan penyelidikan lebih mendalam atas kasus-kasus ini. (el/ news.detik)
Lebih baru Lebih lama