Madura Aktual, Sumenep; Garda Gus Dur, Kantor Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sumenep, Madura, Jawa Timur diresmikan.
Peresemian yang ditandai penandatangan prasasti oleh sejumlah petinggi PKB Sumenep itu dikemas dengan doa bersama pemenangan Pemilukada Sumenep 2015, Minggu (12/04/2015) kemarin.
Hadir tokoh-tokoh dan ulama, KH. Basyir Abdullah Sajjad, KH Romdlan Siraj, KH Taufiqurrahman FM, KH Unais Ali Hisyam, KH Taifur Ali Wafa, KH Fayyadl, KH Imam Hasyim serta sejumlah ulama lainnya.
Ketua DPC PKB Sumenep, Busyro Karim menjelaskan bahwa Graha Gus Dur tersebut juga akan menjadi Kantor DPC Sumenep.
“Biaya berdirinya kantor ini merupakan terbesar kedua di Jawa Timur, setelah Jombang”, Jelas Busyro yang juga sekarang masih aktif sebagai Bupati Sumenep.
Dikatakan, biaya pembanguan Kantor DPC PKP ini berasal dari sumbangan sejumlah anggota DPRD Sumenep, dan selebihnya dari pihak lain.
Terkait nama Graha Gus Dur, menurut Busyro, nama tersebut sangat pantas karena tidak ada tokoh lain di PKB yang semasyhur Gus Dur.
Sementara anggota DPRD Jawa Timur, Badrut Tamam yang juga hadir Graha Gus Dur diharapkan menjadi tempat untuk berjuang memajukan PKB dan NU secara umum.
“Saya berharap cara berpolitik PKB Sumenep sebagaimana cara para kiai sepuh, yakni meninggalkan politik instrik, fitnah dan sejenisnya, tapi harus dengan cara berpolitik santi”, ungkap Badrut.
Ia juga berpesan, agar dalam Pemilukada tahun ini PKB harus tetap kompak, satu visi dan misi (SAN)
Peresemian yang ditandai penandatangan prasasti oleh sejumlah petinggi PKB Sumenep itu dikemas dengan doa bersama pemenangan Pemilukada Sumenep 2015, Minggu (12/04/2015) kemarin.
Hadir tokoh-tokoh dan ulama, KH. Basyir Abdullah Sajjad, KH Romdlan Siraj, KH Taufiqurrahman FM, KH Unais Ali Hisyam, KH Taifur Ali Wafa, KH Fayyadl, KH Imam Hasyim serta sejumlah ulama lainnya.
Ketua DPC PKB Sumenep, Busyro Karim menjelaskan bahwa Graha Gus Dur tersebut juga akan menjadi Kantor DPC Sumenep.
“Biaya berdirinya kantor ini merupakan terbesar kedua di Jawa Timur, setelah Jombang”, Jelas Busyro yang juga sekarang masih aktif sebagai Bupati Sumenep.
Dikatakan, biaya pembanguan Kantor DPC PKP ini berasal dari sumbangan sejumlah anggota DPRD Sumenep, dan selebihnya dari pihak lain.
Terkait nama Graha Gus Dur, menurut Busyro, nama tersebut sangat pantas karena tidak ada tokoh lain di PKB yang semasyhur Gus Dur.
Sementara anggota DPRD Jawa Timur, Badrut Tamam yang juga hadir Graha Gus Dur diharapkan menjadi tempat untuk berjuang memajukan PKB dan NU secara umum.
“Saya berharap cara berpolitik PKB Sumenep sebagaimana cara para kiai sepuh, yakni meninggalkan politik instrik, fitnah dan sejenisnya, tapi harus dengan cara berpolitik santi”, ungkap Badrut.
Ia juga berpesan, agar dalam Pemilukada tahun ini PKB harus tetap kompak, satu visi dan misi (SAN)
Tags:
Sospol