Persoalan Kultural, Penyebab Kemiskinan di Madura | Suara Terkini dari Madura

Persoalan Kultural, Penyebab Kemiskinan di Madura

Soekarwo
Madura Aktual, Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, menilai keberadaan Jembatan Surabaya Madura (Suramadu) belum banyak membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi di wilayah Madura. 

“Hingga saat ini, kawasan tapal seperti Sampang, Pamekasan, Bangkalan, dan Situbondo masih menyandang predikat kawasan termiskin di Jawa Timur,” ujar Gubernur yang akrab dipanggil Pakde Karwo itu.

Kemiskinan yang terjadi di daerah itu dipicu persoalan kultural yang menyangkut gaya hidup masyarakat setempat. “Ini persoalan kultural,” katanya di Kediri, Senin, 27 April 2015, seperti yang dilansir tempo.co

Menurutnya ada dua penyebab kemiskinan yang membutuhkan upaya penyelesaian berbeda. Kemiskinan yang diakibatkan kebijakan pemerintah bisa diselesaikan melalui perbaikan sistem. Sedangkan kemiskinan yang disebabkan oleh faktor kultur harus diselesaikan dengan melibatkan masyarakat setempat.

Salah satu langkah yang tengah ditempuh Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menyelesaikan kemiskinan kultural di wilayah Madura ini dengan membangun sekolah mini di pondok pesantren.

Program yang bekerja sama dengan pengasuh pondok ini mengajarkan pendidikan formal kepada santri dengan standarisasi Jerman. Saat ini jumlah sekolah mini di Jawa Timur sudah mencapai 100 sekolah di tahun 2015, meningkat dari tahun sebelumnya sebanyak 80 buah.

“Upaya perbaikan sistem pembelajaran ini dianggap lebih utama untuk mendongkrak kemampuan intelektual masyarakat setempat,” jelasnya.

Sebab kenyatannya pembangunan infrastuktur seperti Jembatan Suramadu tak banyak membantu pertumbuhan ekonomi di Madura. “Jembatan itu masih hanya menjadi akses transportasi saja,” pungkasnya (/san)
Lebih baru Lebih lama