Madura Aktual, Sumenep; Pelajaran muatan lokal (Mulok) di sekolah sepatutnya diperhatikan dan dikembangkan oleh pihak pengelola sekolah, sebab hasil dari pembelajaran tersebut akan menjadi nilai tersendiri bagi siswa setelah tamat dari sekolah.
Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Arjasa, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, tampaknya telah menerapkan pelajaran mulok dngan menegembangkan ketrampilan membatik pada siswanya.
“Pelajaran mulok ketrampilan seni membatik telah diberikan sejak siswa baru masuk sampai kelas III,” ungkap Suryoadi, Jumat (08/05/2015)
Dijelaskan, hasil karya batik dari siswanya sudah cukup banyak dan layak jual. Sebab, dalam dalam proses membatik, siswanya dibimbing khusus salah seorang guru pembimbing bidang seni dan budaya
“Dengan bimbingan dan ketelatenan guru bidang seni dan budaya tersebut, para siswa bisa menghasilkan batik yang memiliki corak dan khas tersendiri,”ungkapnya.
Suryoadi mengakui, meski keterbatasan waktu membimbing membatik, berkat kemauan dan semangat siswanya, mampu menghayilkan karya batik cukup. “Karena rata-rata hasilnya sudah layak jual di pasaran,” ujarnya.
Menurutnya, hal ini merupakan modal dasar bagi para siswa, untuk mengembangkan ketrampilan batik, yang nantinya dapat dijadikan modal ketrampilah setelah tamat dari sedkolah dan bisa membuka lapangan kerja.” papar Suryadi.
Dari hasil batik siswanya dengan menggunakan media kain kecil ukuran sapu tangan , dalam sebulan bisa menghasilkan sekitar 160 lembar, bahan bakunya merupakan patungan dari siswa sendiri, karena sekolah tidak memiliki anggaran khusus untuk itu.
Dalam mata pelajaran membatik hanya diberikan satu kali dengan jangka waktu dua jam selama seminggu, “namun karena guru pembimbingnya sangat telaten, para siswa dapat menerima pelajaran itu dengan cepat,” imbuhnya.
“Karena semangat kreatifitas siswa, bahkan anak-anak menjajakan sendiri hasil karyanya yang dijual secara langsung ke masyarakat sekitar,”tambahnya.
Sementara Anisa Nurul Fahmi siswa kelas IX SMPN I Arjasa, mengungkap ia diajari membatik mulai baru masuk ke sekolah, karena pelajaran tersebut termasuk kurikulum di sekolah
“Pelajaran membatik tidak hanya diberikan pada siswa atau kelas tertentu saja, melainkan diberikan pada semua siswa”, pungkas Anisa (*)
Tags:
Ekspose
