Madura Aktual; Bagi masyarakat
Madura sayur daun kelor (Madura: marongghi) atau oilefera (Latin), merupakan
menu makanan keluarga sehari-hari. Biasanya selain sayur kelor, didasari nasi
jagung (asli maupun campur) atau nikmat dengan nasi palempheng (tebuat dari
bubuk jagung) serta dilengkapi pindang goreng dan sambal petis. Apalagi sayur
kelor dibuat menu kuwa embhu (dilengkapi parutan kelapa muda). Duh nikmatnya.
Mendapatkan
daun kelor tidaklah sulit. Pohon kelor bisa tumbuh disembarang tempat, dan
umumnya dijadikan padar pembatas, dengan ketinggian 2 meter bahkan sampai 10
meter. Daunnya berwarna hijau pucat mirip ganda dengan anak daun menyirip
ganjil dan helaian daunnya berbentuk bulat telur.
Namun bagi
masyarakat Jawa, daun kelor ini tidak banyak disukai, karena daun ini digunakan
sebagai perlengkapan jenasah atau mayat. Sehingga daun kelor ini terkesan “menjijikkan”
dan “tidak pantas untuk dikonsumsi”.
Sisi yang
lain, konon pohon kelor dapat menangkal masuknya “ilmu hitum” seperti mengusir
setan, menangkal sihir dan bentuk mitos-mitos lainnya. Sehingga bagi masyarakat
lama, pohon ini menjadi wajib untuk ditanam di sekir rumah.
Dari hasil penelitian sebenarnya pohon dan daun kelor ini mempunyai manfaat besar terhadap kebutuhan kesehatan manusia. Didalam batang dan daun pohon ini banyak manfaat sebagai kebutuhan pengobatan selain dijadikan menu sayur.
Dari hasil penelitian sebenarnya pohon dan daun kelor ini mempunyai manfaat besar terhadap kebutuhan kesehatan manusia. Didalam batang dan daun pohon ini banyak manfaat sebagai kebutuhan pengobatan selain dijadikan menu sayur.
Ada sejumlah
manfaat yang perlu dikembangkan:
Akar
Sebagai obat dalam, air rebusan akar kelor dapat menyembuhkan rematik, epilepsi, antiskorbut, diuretikum, dan gonorrhoea. Akar tanaman kelor ini juga dikenal sebagai pelaruh air seni, pelaruh dahak atau obat batuk, peluruh haid, penambah nafsu makan dan pereda kejang. Tumbukan halus akar kelor dapat dibuat bedak untuk tapel perut pada bayi yang baru lahir, pencegah iritasi kulit, obat penyakit kulit, serta sebagai parem untuk bengkak-bengkak pada penyakit beri-beri dan untuk pengobatan kaki yang terasa pegal dan lemah.
Kulit Batang
Berdasarkan hasil riset, kulit batang kelor mujarap sebagai penawar racun ular dan kalajengking. Selain itu, mengoleskan ekstrak kulit batang ekor, dapat mengatasi pembengkakan, sariawan, dan karang gigi.
Buah
Buah kelor diketahui mengandung zat alkaloida morongiona yang bersifat merangsang pencernaan makanan. Buah kelor juga dapat dimasak menjadi sayur asam yang lezat.
Bunga
Air rebusan bunga kelor dapat membantu mengatasi radang tenggorokan, flu dan cacingan.
Biji
Biji kelor dapat dipakai sebagai penjernih air. Selain itu, juga dapat dimanfaatkan sebagai kosmetik, obat-obatan, serta sumber minyak goreng nabati. Biji kelor yang telah kering mengandung 40 persen lemak tak jenuh sehingga dapat dimanfaatkan sebagai salah satu alternatif minyak sawit. (*)
Tulisan serumpun tentang daun kelor:
- Selain untuk Sayur, Kelor Punya Manfaat Besar Bagi Kesehatan
- Inilah Manfaat dan Khasiat Daun Kelor
- Aneka Khasiat Daun Kelor Bagi Kesehatan
- Daun Kelor Sebagai Pengobatan Alternati
Tags:
Kesehatan
