![]() |
| illustrasi |
Madura Aktual, Sumenep; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur berencana menggelar operasi pasar di wilayah kepulauan selain daratan.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumenep, Saiful Bahri, mengatakan rencana operasi pasar tersebut akan digelar di Kecamatan Arjasa Pulau Kangean, dan Kecamatan/Pulau Sapeken
Dikatakan Saiful, operasi pasar ini merupakan program Pemerintah Provinsi Jawa Timur, digelar mulai 16 Juni - 15 Juli. Komoditas yang dijual dengan harga murah yakni beras Dolog kualitas premium seharga Rp 8.500 per kg, gula pasir curah Rp 10.750, dan gula pasir premium Rp 11.500 per kg. Sedangkan minyak goreng dijual dengan harga Rp 10 ribu per liter.
"Tiga komoditas yang dijual itu memang harganya khusus, karena mendapat subsidi biaya transportasi dari pabrik ke kabupaten. Jadi harga yang dijual ke konsumen merupakan harga pabrik," ujarnya Kamis (25/06/15).
Dikatakan pula, operasi pasar di wilayah daratan dilakukan di sejumlah pasar tradisional, yakni Pasar Anom, Pasar Bangkal dan Pasar Lenteng secara bergiliran.
"Tapi kalau tahap awal ini baru kita gelar di Pasar Anom. Kalau sudah jenuh, baru kita pindah ke Pasar Bangkal. Kalau sudah jenuh lagi, kita pindah ke Pasar Lenteng. Harapannya, semakin banyak titik digelarnya operasi pasar, maka semakin banyak sasaran yang bisa dijangkau," tuturnya.
Saiful memaparkan, untuk operasi pasar di wilayah kepulauan, biaya angkut dari daratan ke kepulauan ditanggung pemerintah daerah. Sedangkan dari Jawa Timur ke Kabupaten ditanggung Pemerintah Provinsi.
"Dengan begitu harga yang dijual ke kepulauan ini tetap sama seperti yang dijual di daratan," ungkapnya.
Menurutnya, operasi pasar untuk Kecamatan Arjasa dan Sapeken akan digelar setelah komoditi yang akan dijual terkumpul dalam jumlah cukup. "Rencananya, operasi pasar di kepulauan itu akan digelar kalau stok beras sudah mencapai 1,5 ton, minyak goreng 20 karton, dan gula 1 ton," ucapnya. [*]
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumenep, Saiful Bahri, mengatakan rencana operasi pasar tersebut akan digelar di Kecamatan Arjasa Pulau Kangean, dan Kecamatan/Pulau Sapeken
Dikatakan Saiful, operasi pasar ini merupakan program Pemerintah Provinsi Jawa Timur, digelar mulai 16 Juni - 15 Juli. Komoditas yang dijual dengan harga murah yakni beras Dolog kualitas premium seharga Rp 8.500 per kg, gula pasir curah Rp 10.750, dan gula pasir premium Rp 11.500 per kg. Sedangkan minyak goreng dijual dengan harga Rp 10 ribu per liter.
"Tiga komoditas yang dijual itu memang harganya khusus, karena mendapat subsidi biaya transportasi dari pabrik ke kabupaten. Jadi harga yang dijual ke konsumen merupakan harga pabrik," ujarnya Kamis (25/06/15).
Dikatakan pula, operasi pasar di wilayah daratan dilakukan di sejumlah pasar tradisional, yakni Pasar Anom, Pasar Bangkal dan Pasar Lenteng secara bergiliran.
"Tapi kalau tahap awal ini baru kita gelar di Pasar Anom. Kalau sudah jenuh, baru kita pindah ke Pasar Bangkal. Kalau sudah jenuh lagi, kita pindah ke Pasar Lenteng. Harapannya, semakin banyak titik digelarnya operasi pasar, maka semakin banyak sasaran yang bisa dijangkau," tuturnya.
Saiful memaparkan, untuk operasi pasar di wilayah kepulauan, biaya angkut dari daratan ke kepulauan ditanggung pemerintah daerah. Sedangkan dari Jawa Timur ke Kabupaten ditanggung Pemerintah Provinsi.
"Dengan begitu harga yang dijual ke kepulauan ini tetap sama seperti yang dijual di daratan," ungkapnya.
Menurutnya, operasi pasar untuk Kecamatan Arjasa dan Sapeken akan digelar setelah komoditi yang akan dijual terkumpul dalam jumlah cukup. "Rencananya, operasi pasar di kepulauan itu akan digelar kalau stok beras sudah mencapai 1,5 ton, minyak goreng 20 karton, dan gula 1 ton," ucapnya. [*]
Tags:
Sumenep
