Madura Aktual; Ibu menyusui boleh saja berpuasa. Dengan catatan, kondisi ibu dan bayi dalam keadaan sehat, tidak memiliki keluhan seperti kekurangan gizi, produksi air susu ibu (ASI) berkurang, sakit, maupun hal lain yang mengganggu kesehatan ibu dan bayi. Sebaiknya ibu menyusui menjalankan puasa saat usia bayi di atas enam bulan.
Tak usah takut lemas atau si bayi akan kekurangan ASI. Karena puasa, pada dasarnya hanya mengubah jadwal makan saja.
Banyak ibu menyusui bertanya-tanya, apakah masih bisa tetap menyusui berpuasa? Lalu bila menyusui, apakah bayi bisa mendapatkan nutrisi yang cukup? Apakah menyusui di bulan puasa aman? Nah, karena ragu, akhirnya si ibu memilih tak berpuasa.
Ibu menyusui bisa saja ikut berpuasa. Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar kebutuhan bayi tetap tercukupi dan ibu pun tetap nyaman berpuasa.
Puasa sebaiknya dilakukan ketika bayi sudah berumur 6 bulan. Dimana bayi sudah tidak lagi mendapat ASI eksklusif.
Konsultasikan pada dokter, bila Anda ingin berpuasa sementara bayi masih berusia di bawah 6 bulan. Selama bayi nyaman, kebutuhan makanannya tercukupi dan berat badannya berkembang sesuai dengan usianya, puasa sebenarnya boleh saja.
Tak usah takut lemas atau si bayi akan kekurangan ASI. Karena puasa, pada dasarnya hanya mengubah jadwal makan saja.
Banyak ibu menyusui bertanya-tanya, apakah masih bisa tetap menyusui berpuasa? Lalu bila menyusui, apakah bayi bisa mendapatkan nutrisi yang cukup? Apakah menyusui di bulan puasa aman? Nah, karena ragu, akhirnya si ibu memilih tak berpuasa.
Ibu menyusui bisa saja ikut berpuasa. Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar kebutuhan bayi tetap tercukupi dan ibu pun tetap nyaman berpuasa.
Puasa sebaiknya dilakukan ketika bayi sudah berumur 6 bulan. Dimana bayi sudah tidak lagi mendapat ASI eksklusif.
Konsultasikan pada dokter, bila Anda ingin berpuasa sementara bayi masih berusia di bawah 6 bulan. Selama bayi nyaman, kebutuhan makanannya tercukupi dan berat badannya berkembang sesuai dengan usianya, puasa sebenarnya boleh saja.
- Pada dasarnya, kapan saja bayi bisa menyusu meskipun Anda berpuasa. Namun ketika berpuasa produksi ASI berkurang, sementara ASI berlimpah setelah Anda berbuka. Hal ini disebabkan oleh hormon oksitosin. Karenanya, usahakan bayi lebih banyak menyusu saat malam setelah berbuka hingga waktu sahur.
- Pastikan ibu makan tiga kali sehari, yaitu saat sahur, ketika berbuka puasa dan menjelang tidur sesudah shalat tarawih. Ibu menyusui perlu mengonsumsi 50% karbohidrat, 30% protein, 20% lemak tiap kali makan, untuk hasilkan ASI berkualitas.xx
- Ibu berpuasa akan lemas setelah menyusui. Istirahat sejenak akan mengembalikan energi. Selain itu istirahat juga akan mengembalikan kondisi psikologis ibu sehingga produksi ASI tetap lancar.xx
- Saat berpuasa, cairan tubuh berkurang 2-3%. Banyak minum air putih saat berbuka dan sahur.xx
- Jika alarm tubuh mengisyaratkan harus berhenti puasa, tidak usah terlalu memaksakan diri. (*)
Tags:
Dunia Wanita
