![]() |
| Sugiyono sedang menyapu di jalan Jembatan Suramadu (mc) |
Madura Akktual, Bangkalan; Petugas kebersihan atau lebih dikenal dengan sebutan Pasukan Kuning (Paskun) kerap direndahkan posisinya oleh pengguna jalan.
Padahal semua tahu, tanpa mereka jalan-jalan raya, apalagi akses jalan umum dengan kepadatan kendaraan, pasti akan kotor dengan sampah, bahkan terkesan kurang menyenangkan dipandang mata.
Namun bagi Sugiyono, salah seorang petugas dari Paskun di akses jalan Jembatan Suramadu merupakan kewajiban yang telah lama dilakoninya.
Beda dengan pekerja kantoran, Sugiyono dengan rekas Paskun lainnya akan terus menjaga kebersihan dan keindahan Suramadu. Mereka tidak mengenal bulan puasa atau hari libur untuk menunaikan tanggung jawabnya sebagai petugas menyapu selama 12 jam di bentangan jembatan.
“Walaupun saat ini bulan puasa, kami tetap bekerja full sebagai mana biasanya. Kami memakai sistim shift atau pergantian personil setiap 6 jam sekali,” ujar Sugiyono saat ditemui wartawan di atas Jembatan Suramadu, Selasa (30/06/2015).
Sugiyono menjelaskan, jumlah personil paskun Suramadu sebanyak 8 orang. Mereka inilah yang dibagi bertugas membersihkan Suramadu setiap saat dengan sistem shift tersebut.
“Dalam sehari ada 4 orang yang bekerja menurut pembagian tugasnya, masing-masing 1 orang bertugas disebelah kanan- kiri jembatan. Baik di jalur roda dua maupun roda empat,” ungkapnya.
Dan tentu saja tugas mereka adalah membersihkan jalan yang membentang di Jembatan Suramadu itu dengan cara manual, yaitu menggunakan sapu lidi yang kotor akibatan hembusan angin maupun pengendara mobil yang kerap buang sampah seenaknya.
Ditengah terik matahari maupun didalam dingin malam, mereka tetap melakoninya meski pekerjaan ini cukup berat dan tidak seimbang dari upah yang didapat. Namun prinsip Sugiyono dan teman seprofesinya adalah semata-mata untuk memberikan kenyamanan dan keindahan bagi para pengguna jalan.
“Kerja kami rutin setiap hari, kecuali datang hujan. Namun saat cuaca terang kami terjun lagi ke lapangan untuk membersihkan sampah yang berserakan,” urai Sugiyono dalam senyum (*/maduracorner)
Padahal semua tahu, tanpa mereka jalan-jalan raya, apalagi akses jalan umum dengan kepadatan kendaraan, pasti akan kotor dengan sampah, bahkan terkesan kurang menyenangkan dipandang mata.
Namun bagi Sugiyono, salah seorang petugas dari Paskun di akses jalan Jembatan Suramadu merupakan kewajiban yang telah lama dilakoninya.
Beda dengan pekerja kantoran, Sugiyono dengan rekas Paskun lainnya akan terus menjaga kebersihan dan keindahan Suramadu. Mereka tidak mengenal bulan puasa atau hari libur untuk menunaikan tanggung jawabnya sebagai petugas menyapu selama 12 jam di bentangan jembatan.
“Walaupun saat ini bulan puasa, kami tetap bekerja full sebagai mana biasanya. Kami memakai sistim shift atau pergantian personil setiap 6 jam sekali,” ujar Sugiyono saat ditemui wartawan di atas Jembatan Suramadu, Selasa (30/06/2015).
Sugiyono menjelaskan, jumlah personil paskun Suramadu sebanyak 8 orang. Mereka inilah yang dibagi bertugas membersihkan Suramadu setiap saat dengan sistem shift tersebut.
“Dalam sehari ada 4 orang yang bekerja menurut pembagian tugasnya, masing-masing 1 orang bertugas disebelah kanan- kiri jembatan. Baik di jalur roda dua maupun roda empat,” ungkapnya.
Dan tentu saja tugas mereka adalah membersihkan jalan yang membentang di Jembatan Suramadu itu dengan cara manual, yaitu menggunakan sapu lidi yang kotor akibatan hembusan angin maupun pengendara mobil yang kerap buang sampah seenaknya.
Ditengah terik matahari maupun didalam dingin malam, mereka tetap melakoninya meski pekerjaan ini cukup berat dan tidak seimbang dari upah yang didapat. Namun prinsip Sugiyono dan teman seprofesinya adalah semata-mata untuk memberikan kenyamanan dan keindahan bagi para pengguna jalan.
“Kerja kami rutin setiap hari, kecuali datang hujan. Namun saat cuaca terang kami terjun lagi ke lapangan untuk membersihkan sampah yang berserakan,” urai Sugiyono dalam senyum (*/maduracorner)
Tags:
Akar Rumput
