Massa Santri Demo, Tuntut Bangkalan Jadi Kota Dzikir dan Shalawat | Suara Terkini dari Madura

Massa Santri Demo, Tuntut Bangkalan Jadi Kota Dzikir dan Shalawat

Aksi jalan kaki para santri (foto: metrotvnews)
Madura Aktual, Bangkalan; Massa yang terdiri dari kalangan santri beramai-ramai mendatangai gedung DPRD Bangkalan, Madura,  Jawa Timur menuntut agar dijadikan Kota Dzikir dan Shalawat, Senin (24/08/205).

Selain  santri yang mencapai ribuan itu, tampak juga para pengasuh pondok pesantren (ponpes) yang mengenakan ciri masyarakat pesantre, bersarung dan berkopyah.

"Ini momentum bangkitnya Bangkalan. Bangkalan harus jadi kota dzikir dan bershalawat, agar aman dari musibah dan bala," ungkap H Toyib Fawad Muslim, selaku koordinator lapangan (korlap) saat ditemui wartawan.

Massa yang umumnya terdiri dari santri Pesantren Syaichona Cholil, para alumni, para ustadz serta para pengasuh ponpes itu berjalan kaki sejauh 2 km.  Selama perjalanan mereka mengumandangan  puji-pujian shalawat nabi, serta tampak sejumlah spanduk bernada tuntutan.

Selain masyarakat santri dari ponpes Syaichona Cholil  terbesar di Bangkalan ini, juga didukung oleh  ponpes lainnya di Bangkalan. Mereka berharap Perda Bangkalan Kota Dzikir dan Shalawat dapat menekan maksiat.

"Salah satu tujuan, dengan bershalawat dan berdizikir diharapkan semua praktek negatif di masyarakat dapat dieliminir," imbuh Toyib.

Disambut sejumlah anggota dan pimpinan DPRD, mereka menyuarakan tujuannya agar Bangkalan dijadikan Kota Dzikir dan Sholawat dan diselanjutnya ditetapkan melalui Peraturan Daerah (Perda) Bangkalan.

Dari tuntutan tersebut, para wakil rakyat menanggapi positif tuntutan santri. Mereka juga berjanji akan membahas lebih lanjut agar usulan itu dapat menjadi perda.

Pada aksi selanjutnya, massa santri menuju Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan untuk menyerahkan pernyataan pimpinan DPRD yang sepakat untuk ditindaklanjuti dalam perda. (san)
Lebih baru Lebih lama