483 Orang Meninggal Direnggut Virus MERS
Madura Aktual; Musim haji tahu ini, virus Middle East Respiratory Syndrome (MERS) masih akan menjadi ancaman para jamaah haji. Pemerintah Arab Saudi bekerja keras untuk mengatasi kembali merebaknya virus yang menatikan itu. Bahkan dikabarkan, pekan lalu virus tersebut telah menewaskan tiga orang.
Seperti yang dilansir yahoo.news akibat serangan virus MERS sebuah rumah sakit di Ibu Kota Riyadh terpaksa harus menutup layanan instalasi gawat daruratnya (IGD). Sementara itu, sementara menurut laman Saudi Gazette, kamar IGD yang ditutup berada rumah sakit terbesar di Riyadh, King Abdulaziz Medical City.
Tindakan pencegahan telah ditingkatkan, sebab peningkatan beberapa jumlah kasus MERS dan virus korona mulai terlihat. Begitu juga dengan jumlah pasien di UGD di KAMC-R, papar Direktur Eksekutif Departemen Pencegahan dan Pengendalian, Hanan Balkhi pada media, seperti dilansir viva.co.id, Jum’at (28/08/2015)
“Selain itu, pasien turut merasakan kesulitan untuk mendaftar ke fasilitas karantina, maka kami telah menyiapkan tindakan pencegahan," jelasnya
Tindakan antisipasi yang telah mereka siapkan termasuk mengurangi jumlah pasien dan menambah jumlah bangsal untuk mengakomodasi terduga pasien MERS atau yang telah dinyatakan positif mengidap virus itu.
Dari data terakhir kematian terbaru akibat MERS terjadi di Riyadh. Ketiga korban berasal dari Saudi dan berusia antara 65 dan 86 tahun. Angka ini meningkatkan jumlah pengidap MERS yakni 1.118 orang. Sebanyak 483 orang di antaranya dilaporkan meninggal akibat virus itu.
"Kementerian Kesehatan Kerajaan Saudi mencatat 502 korban jiwa dan 1.171 kasus telah terjadi sejak Juni 2012 ketika virus pertama kali muncul. Angka itu termasuk kasus kematian yang disebabkan banjir melanda negara tersebut," lapor Agence France-Presse dilansir dari laman Time, 28 Agustus 2015.
Penyebaran virus ini menimbulkan kecemasan sebab muncul di saat Arab Saudi tengah bersiap menjadi tuan rumah dari sekitar 2 juta umat muslim yang akan melakukan perjalanan melaksanakan ibadah haji tahunan bulan depan.
Dalam laporan Time, otoritas kesehatan negara dikatakan telah menutup bangsal darurat di salah satu rumah sakit terbesar di ibu kota Riyadh pekan lalu, setelah setidaknya 46 orang, termasuk staf rumah sakit, tertular penyakit itu.
MERS adalah infeksi virus pernapasan yang menyebabkan demam, batuk, dan kesulitan bernapas. Hal ini disebabkan oleh Coronavirus dan dianggap lebih mematikan walau tidak cepat menular seperti kerabatnya severe acute respiratory syndrome (SARS), yang tersebar secara global pada 2002 dengan menelan korban sebanyak 8.000 jiwa.
Seperti yang dilansir yahoo.news akibat serangan virus MERS sebuah rumah sakit di Ibu Kota Riyadh terpaksa harus menutup layanan instalasi gawat daruratnya (IGD). Sementara itu, sementara menurut laman Saudi Gazette, kamar IGD yang ditutup berada rumah sakit terbesar di Riyadh, King Abdulaziz Medical City.
Tindakan pencegahan telah ditingkatkan, sebab peningkatan beberapa jumlah kasus MERS dan virus korona mulai terlihat. Begitu juga dengan jumlah pasien di UGD di KAMC-R, papar Direktur Eksekutif Departemen Pencegahan dan Pengendalian, Hanan Balkhi pada media, seperti dilansir viva.co.id, Jum’at (28/08/2015)
“Selain itu, pasien turut merasakan kesulitan untuk mendaftar ke fasilitas karantina, maka kami telah menyiapkan tindakan pencegahan," jelasnya
Tindakan antisipasi yang telah mereka siapkan termasuk mengurangi jumlah pasien dan menambah jumlah bangsal untuk mengakomodasi terduga pasien MERS atau yang telah dinyatakan positif mengidap virus itu.
Dari data terakhir kematian terbaru akibat MERS terjadi di Riyadh. Ketiga korban berasal dari Saudi dan berusia antara 65 dan 86 tahun. Angka ini meningkatkan jumlah pengidap MERS yakni 1.118 orang. Sebanyak 483 orang di antaranya dilaporkan meninggal akibat virus itu.
"Kementerian Kesehatan Kerajaan Saudi mencatat 502 korban jiwa dan 1.171 kasus telah terjadi sejak Juni 2012 ketika virus pertama kali muncul. Angka itu termasuk kasus kematian yang disebabkan banjir melanda negara tersebut," lapor Agence France-Presse dilansir dari laman Time, 28 Agustus 2015.
Penyebaran virus ini menimbulkan kecemasan sebab muncul di saat Arab Saudi tengah bersiap menjadi tuan rumah dari sekitar 2 juta umat muslim yang akan melakukan perjalanan melaksanakan ibadah haji tahunan bulan depan.
Dalam laporan Time, otoritas kesehatan negara dikatakan telah menutup bangsal darurat di salah satu rumah sakit terbesar di ibu kota Riyadh pekan lalu, setelah setidaknya 46 orang, termasuk staf rumah sakit, tertular penyakit itu.
MERS adalah infeksi virus pernapasan yang menyebabkan demam, batuk, dan kesulitan bernapas. Hal ini disebabkan oleh Coronavirus dan dianggap lebih mematikan walau tidak cepat menular seperti kerabatnya severe acute respiratory syndrome (SARS), yang tersebar secara global pada 2002 dengan menelan korban sebanyak 8.000 jiwa.
Tags:
Fokus
