![]() |
| Maliyanto Effendi |
Madura Aktual, Sumenep; Kanit Pendidikan Rekayasa Masyarakat (Dikyasa) Sat Lantas Polres Sumenep, Ipda Maliyanto Effendi menyebutkan kasus pelanggaran lalu lintas dikalangan remaja umumnya didominasi oleh para pelajar SMP dan SMA.
“Pelanggaran tersebut umumnya tidak menggunakan helm, tidak memiliki SIM C, selain pelanggaran berlalu lintas lainnya,” ungkapnya usai memberikan sosialisasi etika berlalu lintas di SDN Pabian 1 Sumenep, Sabtu (03/10/2015).
Untuk meminimalisir kasus tersebut, pihaknya telah melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah dalam program Polisi Sahabat Anak. (Polsana) termasuk pondok pesantren.
“Sosialisasi ini dilaksanakan pada sekolah tingkat SD, SMP dan SMA. Tentu termasuk pondok pesantren dan di desa-desa”, jelas Maliyanto
Selain itu, tambah Maliyanto sosialisasi tersebut juga dilakukan pada anak-anak tingkat TK atau PAUD. Sebab memperkenalkan pada anak sejak usia dini, nanti dalam pertumbuhannya akan mempunyai jiwsa yang sadar berlalu lintas yang benar
“Kami berharap pengetahuan yang didapat bisa ditularkan pada teman-teman, keluarga maupun orang tuanya, serhingga etika berlalu dijalanan dapat dipahami oleh semua kalangan,” ujarnya.
Ditambahkan pula, pihaknya banyak menemui para orang kerap membiarkan prutra putrinya mengendarai motor meski belum memenuhi syarat berkendaraan motor.
“Hal inilah yang sering menimbulkan pelanggaran berlalu lintas, karena mereka belum tahu aturan berlalu lintas”.
Maliyanto berharap, agar para orang tua tidak mengijinkan putra-putrinya berkendaraan motor bila belum memiliki SIM maupun persyaratan berlalu lintas lainnya. (mak)
Tags:
Sumenep
