Madura Aktual, Sumenep; Forum Bias, komunitas para pelaku dan aktifis seni dan budaya yang pernah berkembang pada dekade 90-an, kini dibangkitkan kembali oleh penggagasnya, Syaf Anton Wr, seorang penyair asal Sumenep.
“Forum Bias, pada jamannya banyak memberikan kontribusi terhadap pengembangan kreatifis kesenian, khususnya dalam dunia kesasteraan sekitar tahun sembilan puluhan.” ungkap Syaf Anton kepada Madura Aktual, Jum’at (06/11/2015)
“Forum Bias, pada jamannya banyak memberikan kontribusi terhadap pengembangan kreatifis kesenian, khususnya dalam dunia kesasteraan sekitar tahun sembilan puluhan.” ungkap Syaf Anton kepada Madura Aktual, Jum’at (06/11/2015)
Alasan dibangkitkannya Forum Bias menurut Anton karena dinilai pada dekade terakhir ini aktifitas kesenian yang digarap para seniman masih berpusat pada kekuatan komunitas secara parsial. Sementara dukungan pihak lain dinilai masih kurang.
“Dalam dunia kesenian diperlukan komunikasi yang lebih terbuka baik antar seniman maupun dengan masyarakat. Sehingga nantinya dalam berkesenian terbangun benang merah antara seniman dengan karyanya dan masyarakat sebagai penikmat”, terang budayawan Madura itu.
Dikatakannya pula, dibangkitkaannya Forum Bias, diharapkan akan terjadi sinergi dan gesekan kreatifitas melalui dialog, tukar pikiran dan menguatnya hubungan silaturrahmi baik dari seniman maupun pihak lain.
Forum Bias, tambah Anton tidak memiliki struktur organisasi permanen dan dalam proses kegiatannya mengalir begitu saja. “ Semua pihak boleh berbicara di Forum Bias dan tanpa harus didata sebagai anggota”.
Forum Bias, kata Anton,digerakkan para tokoh dari sejumlah latar profesi, baik seniman, budayawan, jurnalis, akademisi, dan pihak-pihak yang peduli terhadap pengembangan kebudayaan.
“Minggu besok (8/11/2015) kami akan berkumpul untuk membuka wacana membedah fenomena masyarakar dalam perspektif budaya lokal. Tentu kami harap forum pertama ini diikuti semua pihak,” katanya.
Anton berharap, dalam forum nantinya terbangun dialog budaya yang kemudian melahirkan pikiran-pikiran kreatif untuk pengembangan budaya di Kabupaten Sumenep. (lik)
Tags:
Ekspose