Madura Aktual, Suemenep: Merayakan kelulusan, 323 siswa SMA Negeri 1 Sumenep dengan mengaji dan berdoa bersama di Masjid Jamik setempat.
Para siswa mengawali dengan sholat Dhuha, kemudian berdizikir sambil menunggu salat Dhuhur berjamaah, dan dilanjutkan dengan mendengarkan tausiyah. Setelah itu, baru dibacakan pengumuman kelulusan oleh kepala sekolah.
"Ini memang metode kami untuk menghindari perayaan kelulusan dengan hura-hura dan corat-coret baju. Kami lebih memilih untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan pada para siswa," kata Kepala SMA Negeri 1 Sumenep. Syamsul Arifin, Sabtu (07/05/16).
Menurutnya, apabila pengumuman kelulusan dilakukan di sekolah dan siswa mengenakan baju seragam, ia khawatir aksi corat-coret baju dengan spidol maupun cat, masih dilakukan.
"Makanya kami meminta siswa mengenakan baju muslim. Bahkan kami himbau agar mengenakan baju muslim terbaru yang mereka miliki. Maksudnya supaya mereka eman kalau dicorat-coret," ujarnya.
Ia mengaku bersyukur, dari 323 siswa kelas XII SMA negeri 1 Sumenep, berdasarkan rapat kepala sekolah dan dewan guru, semuanya dinyatakan lulus.
"Pertimbangan kelulusan itu selain nilai ujian nasional, juga ujian sekolah, nilai rapor, dan sikap serta perilaku siswa. Dan sebagai ungkapan rasa syukur, para siswa melakukan sujud syukur bersama-sama," ungkapnya.
Di SMA Negeri 1 Sumenep, siswa jurusan IPA yang meraih nilai terbaik pertama dengan jumlah nilai 495,5, diraih Tiara Nur Faradilla, dan terbaik kedua dengan jumlah nilai 468 diraih oleh Imro'atul Hasanah.
Sedangkan untuk jurusan IPS, terbaik pertama dengan jumlah nilai 409,5 diraih oleh Novi Susanti, dan terbaik kedua dengan nilai 393,5 diraih oleh Dewi Arvianita Utami. [beritajatim/*]
Para siswa mengawali dengan sholat Dhuha, kemudian berdizikir sambil menunggu salat Dhuhur berjamaah, dan dilanjutkan dengan mendengarkan tausiyah. Setelah itu, baru dibacakan pengumuman kelulusan oleh kepala sekolah.
"Ini memang metode kami untuk menghindari perayaan kelulusan dengan hura-hura dan corat-coret baju. Kami lebih memilih untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan pada para siswa," kata Kepala SMA Negeri 1 Sumenep. Syamsul Arifin, Sabtu (07/05/16).
Menurutnya, apabila pengumuman kelulusan dilakukan di sekolah dan siswa mengenakan baju seragam, ia khawatir aksi corat-coret baju dengan spidol maupun cat, masih dilakukan.
"Makanya kami meminta siswa mengenakan baju muslim. Bahkan kami himbau agar mengenakan baju muslim terbaru yang mereka miliki. Maksudnya supaya mereka eman kalau dicorat-coret," ujarnya.
Ia mengaku bersyukur, dari 323 siswa kelas XII SMA negeri 1 Sumenep, berdasarkan rapat kepala sekolah dan dewan guru, semuanya dinyatakan lulus.
"Pertimbangan kelulusan itu selain nilai ujian nasional, juga ujian sekolah, nilai rapor, dan sikap serta perilaku siswa. Dan sebagai ungkapan rasa syukur, para siswa melakukan sujud syukur bersama-sama," ungkapnya.
Di SMA Negeri 1 Sumenep, siswa jurusan IPA yang meraih nilai terbaik pertama dengan jumlah nilai 495,5, diraih Tiara Nur Faradilla, dan terbaik kedua dengan jumlah nilai 468 diraih oleh Imro'atul Hasanah.
Sedangkan untuk jurusan IPS, terbaik pertama dengan jumlah nilai 409,5 diraih oleh Novi Susanti, dan terbaik kedua dengan nilai 393,5 diraih oleh Dewi Arvianita Utami. [beritajatim/*]
Tags:
Sumenep
