Segar; Cinta Bisu Cinta Tuli

Dipublikasikan oleh : Pustaka Madura pada 26 June 2018 |


Oleh : Moh. Rasul Mauludi 

"Cinta adalah anugerah, dan cinta milik semua anak manusia dan makhluk lainnya tanpa pandang bulu dan kulit. Tidak pula memandang batas-batas keterbatasan karena semua makhluk hidup berhak atas cinta. Hanya karena nafsulah cinta itu dikatakan buta".

Segar adalah sosok pemuda yang tidak seperti pada umumnya, lahir ke dunia pun atas kehendak-Nya. Kehidupannya layaknya kehidupan manusia lainya, namun ia menikmati semua keterbatasan yang dimiliki. Ekonomi yang tidak begitu mewah artinya hidup dengan batas ekonomi menengah kebawah. Lebih etisnya adalah dengan penuh kesederhanaan, namun etosnya melebihi kesempurnaan yang dimiliki orang lain.

Seorang segar bagian dari sosok pemuda yang tegar. Tegar menjalani hidup apa adanya dan penuh perjuangan. Zaman modern tidak menjadikannya latah pada fenomena krisis, terutama krisis moral. Dengan mandiri dan terus berfikir bagaimana menikmati hidup ini dengan rasa yang menyenangkan meskipun tidak pula bisa menutupi kesedihan yang ada.

Prinsip hidupnya bahwa suatu kelahiran apapun realitanya bukanlah suatu beban melainkan amanah yang maha kuasa yang harus diterima dengan lapang dada dan dijadikannya bahaimana hidup harus lebih hidup dari sebelumnya. Tentunya dengan semangat pantang menyerah dan selalu berusaha semaksimal mungkin serta bersyukur dengan hasil yang sudah didapatnya.

Segar hidup diantara kehidupan pesisir yang keras sekeras gelombang yang menderu lautan. Terik yang membakarpun dibiarkan membara, karena karang dan pasir tetaplah melukis laut dan pantai. Meski hidup itu pasang surut, Segar terus memoles diri dengan kesegaran yang tanpa lelah dan resah akan kebisingan angin yang menggelayut pada tetumbuhan yang menghijau ataupun yang sudah kerontang.

Ketidakmampuan memanfaatkan laut sebagai lahan ketahanan hidup, tidak menyurutkan semangat hidupnya. Segar memilih dengan cara lain yang lebih bisa dijangkau oleh kemampuan fisiknya.
Dari sejak mudanya Segar sudah mampu mencari nafkah untuk kebutuhan hidupnya. Dengan berjualan kecil-kecilan (peracangan) Segar mendapatkan penghasilan yang bisa memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Sedikit demi sedikit dikumpulkan dalam tabungan. Sedikit demi sedikit pula hidupnya semakin segar.

Segar tidak pernah gentar dan tidak pernah sedikitpun merasa malu ataupun gengsi dalam kenyataan hidup yang dihadapinya. Melayani para pembeli baik yang baru maupun yang sudah biasa setiap harinya, dilayani dengan senyuman dan kesantunan. Dan Segarpun mampu meyakinkan diri, bahwa Tuhan selalu bersamanya dalam keadaan apapun. Tuhan selalu memberi kemudahan dalam setiap kesulitan atau kesusahan.


Penulis :Moh. Rasul Mauludi 
Editor  : Syaf 

******

Tulisan bersambung

Segar; Cinta Bisu Cinta Tuli
Meski Bisu, Namun Memanfaatkan Pikirannya
Sukses Karena Usahanya Sendiri


 

Wisata dan Hiburan

Jurnalisme Warga

Budaya Madura

Lihat seluruh kategori Budaya Madura»

Wisata Madura

Lihat seluruh kategori Wisata Madura»

Dunia Wanita

Lihat seluruh kategori Dunia Wanita»

Hidup Sehat

Lihat seluruh kategori Hidup Sehat»

Akar Rumput

Lihat seluruh kategori Akar Rumput»

Kiat Kreatif

Lihat seluruh kategori Kiat Kreatif»