Fokus Aktual

Pilkada

Serpihan

Figur Inspiratif

Bangkalan Aktual

Sampang Aktual

Pamekasan Aktual

Sumenep Aktual

Ekspose

Sebelum Meledakkan Rumah Guru, Pelaku Sempat Pesta Miras

Diposting oleh: Pustaka Madura pada tanggal: 09 March 2018 |

Tersangka Agus Salim dan Mardiansyah (Foto: istimewa)
Madura_Aktual, Sumenep; Terkait peristiwa  peledakan yang menimpa rumah Aswandi warga Dusun Sumber Hidup, Desa Kramian, Masalembu hancur terkena ledakan. Ledakan itu terjadi pada Jumat (9/2/2018) malam sekitar pukul 23.05 WIB., Polisi telah mengamankan dua pelaku

Fadillah mengatakan peristiwa yang terjadi bermula saat kedua tersangka dan teman-temannya pesta minuman keras (miras) di rumah Mardiansyah. Mereka minum mulai pukul 19.00 WIB.

Pukul 21.30 WIB, salah seorang teman tersangka keluar dengan motor hendak membeli miras karena persediaan hampir habis. Namun saat kembali, dia tak membawa motornya. Saat ditanya, dia menjawab bahwa motornya ditahan kepala dusun karena membunyikan knapot dengan keras (bleyer).

Rumah Guru di Maselembu Diledakkan


Kedua tersangka lalu mendatangi rumah Aswandi. Setelah sempat cekcok dan ramai, akhirnya motor teman tersangka diperbolehkan diambil. Saat berkumpul kembali, Mardiansyah mengatakan bhwa saat ribut-ribut, dia sempat dipukul seseorang yang tidak diketahuinya.

"Tersangka Agus Salim mendatangi kembali rumah korban, namun korban mengaku tak tahu siapa yang memukul," kata Fadillah.

Peledakan Rumah Guru, Dua Pelaku Diamankan

Kedua tersangka emosi. Mereka lalu membuat rencana memberi pelajaran kepada korban. Kedua tersangka kemudian merakit bondet. Pada tengah malam mereka mengendap-endap di bagian belakang rumah korban. Agus Salim menyulut bondet tersebut dan dilemparkannya ke rumah korban bagian belakang.

"Meledaklah bondet itu dan merusak rumah bagian belakang yang sebagian besar berdinding asbes," tandas Fadillah.  (*/detik.com)

Peledakan Rumah Guru, Dua Pelaku Diamankan

Diposting oleh: Pustaka Madura pada tanggal: |

Kondisi rumah Aswandi yang hancur (Foto: istimewa)
Madura_Aktual, Sumenep; Peristiwa  peledakan yang menimpa rumah Aswandi warga Dusun Sumber Hidup, Desa Kramian, Masalembu hancur terkena ledakan. Ledakan itu terjadi pada Jumat (9/2/2018) malam sekitar pukul 23.05 WIB., 

Polisi telah mengamankan dua pelaku yang meledakkan rumah Aswandi, guru sekaligus Kepala Dusun Sumber Hidup, Desa Keramaian, Kecamatan Masalembu, Sumenep. Motif pelaku adalah marah dan sakit hati.

Rumah Guru di Maselembu Diledakkan


"Kami telah mengamankan pelaku. Mereka mengakui perbuatannya. Mereka meledakkan rumah korban bagian belakang menggunakan bom ikan (bondet)," ujar Kapolres Sumenep AKBP Fadillah Zulkarnain seperti dilansir detik.com, Jumat (9/3/2018)

Kedua pelaku adalah Agus Salim (40) dan Mardiansyah (29). Keduanya warga Dusun Sumber Hidup, Desa Keramaian, Kecamatan Masalembu, Sumenep. (*)

Rumah Guru di Maselembu Diledakkan

Diposting oleh: Pustaka Madura pada tanggal: |

Kondisi rumah Aswandi yang hancur (Foto: istimewa)
Madura_Aktual,Sumenep; Sebuah Rumah milik Aswandi warga Dusun Sumber Hidup, Desa Kramian, Masalembu hancur terkena ledakan. Ledakan itu terjadi pada Jumat (9/2/2018) malam sekitar pukul 23.05 WIB.

Aswandi yang berprofesi sebagai guru itu mengaku hanya mendengar satu ledakan, tetapi suaranya sangat keras sehingga getarannya sampai ke depan rumah. Saat melihat bagian belakang rumah, Aswandi melihat bagian belakang rumahnya telah hancur.
Sebelum Meledakkan Rumah Guru, Pelaku Sempat Pesta Miras


Sebelumnya, Aswandi sempat menerima teror. "Sebelumnya saya menerima ancaman kalau rumah akan dibom, karena belum bayar utang," ujar Aswandi saat dihubungi detikcom, Sabtu (10/2/2018).

"Saat kejadian saya siap-siap mau tidur dan sudah terbaring di kamar. Kemudian terbangun karena terdengar ledakan yang keras di belakang rumah," ujar Aswandi seperti dilansir detik.com, Sabtu (10/2/2018).(andi)







Perahu Berpenumpang 20 Siswa Tenggelan di Perairan Sapeken

Diposting oleh: Pustaka Madura pada tanggal: 08 March 2018 |

Madura_Aktual, Sumenep;  Dua siswa dikabarkan meninggal sesaat menumpang perahu yang berpenumpang 20 siswa dari Kecamatan/Kepulauan Sapeken Sumenep, Jawa Timur, 11 siswa sudah berhasil ditemukan sedang 9 siswa lainnya masih dalam proses pencarian.

Perahu milik Sahirudin itu di tengah perjalanan tiba-tiba mengalami kemiringan di perairan sebelah barat Pulau Saredeng Besar, dan kemudian tenggelam pada, Kamis (8/3/2018) sekitar pukul 14.00 WIB. Rencananya perahu yang mengangkut 20 siswa tersebut menuju Desa Tanjung Kiok

 “Peristiwa naas itu terjadi, saat perahu yang mereka tumpangi melintas di perairan sebelah barat Pulau Saredeng Besar. Perahu yang mereka tumpangi, tiba-tiba miring sehingga penumpang tumpah kelaut,’ kata Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Abd Mukit, Kamis (8/3/2018) malam.

Sementara siswa yang selamat lansung diamankan dan dirawat secara intensif di Puskesmas Sapeken.

“Sebagian korban dirawat puskesmas Sapeken, 2 meninggal dunia, dan saat ini anggota Polsek Sapekan dibantu para nelayan masih melakukan pencarian disekitar TKP,” pungkasnya. (Ilham)

Dituduh Melanggar Hak Cipta, BlackBerry Gugat Facebook, WhatsApp dan Instagram

Diposting oleh: Pustaka Madura pada tanggal: 06 March 2018 |

Madura_Aktual; Perusahaan besar media sosial Facebook dan kedua anak perusahaannya, WhatsApp dan Instagram, digugat oleh BlackBerry karena dituduh melanggar hak cipta.

Berdasarkan tuntutan yang dilayangkan pihak BlackBerry, Facebook dan kedua anak perusahaannya tersebut dituding telah mencuri fitur dan teknologi yang terdapat pada layanan BlackBerry Messenger (BBM). Ada sekitar 7 paten software yang menurut BlackBerry dijiplak Facebook dan perusahaannya.

Menurut juru bicara BlackBerry, Sarah McKinney, gugatan ditempuh setelah adanya kebuntuan dalam dialog yang dilakukan kedua belah pihak selama beberapa tahun.

"Facebook dan perusahaannya mengembangkan aplikasi yang bersaing secara tidak pantas dengan menggunakan hak cipta yang digunakan pada perpesanan BlackBerry," ujar McKinney, diberitakan detikINET dari Phone Arena, Rabu (7/3/2018).

"Kami memiliki klaim yang kuat bahwa Facebook telah melanggar hak cipta kami dan setelah beberapa tahun berdialog, kami juga memiliki kewajiban kepada pemegang saham agar menempuh solusi hukum yang tepat," imbuhnya.

Sementara itu pihak Facebook, melalui Deputy General Counsel, Paul Grewal, mengatakan akan menghadapi gugatan tersebut. Grewal mengungkap bahwa BlackBerry tidak lagi berupaya untuk berinovasi dan saat ini sedang mengejar 'pajak' dari inovasi kompetitor.

BlackBerry sendiri diketahui sedang berupaya mengejar royalti dari perusahaan yang menggunakan hak ciptanya yang berjumlah 40.000 termasuk sistem operasi, infrastruktur jaringan, layanan perpesanan, subsistem otomotif, keamanan siber, dan komunikasi nirkabel. (*)

Jurnalisme Warga

Budaya Madura

Lihat seluruh kategori Budaya Madura»

Wisata Madura

Lihat seluruh kategori Wisata Madura»

Dunia Wanita

Lihat seluruh kategori Dunia Wanita»

Hidup Sehat

Lihat seluruh kategori Hidup Sehat»

Akar Rumput

Lihat seluruh kategori Akar Rumput»

Kiat Kreatif

Lihat seluruh kategori Kiat Kreatif»
close
Banner iklan disini