Fokus Aktual

Pilkada

Serpihan

Figur Inspiratif

Bangkalan Aktual

Sampang Aktual

Pamekasan Aktual

Sumenep Aktual

Ekspose

Sukses Karena Usahanya Sendiri

Diposting oleh: Pustaka Madura pada tanggal: 26 June 2018 |

Segar dari awal memang dikenal sangat rajin dan taat dalam urusan ibadah. Lima waktu yang menjadi kewajiban tidak pernah ditinggalkan walau sesibuk apapun yang dikerjakan dalam kesehariannya. Kebisuan tak menjadi penghalang baginya untuk tunduk dan patuh pada perintah yang maha kuasa.

Dengan penuh keyakinan dihatinya, yakin akan kekuasaan dan kehendak Tuhan, yakin akan kemurahan Tuhan dalam menabur rizkinya. Akhirnya hasil dari menabung dari awal memberi berkah pada seorang Segar. Setelah mendaftar nama Segar sudah masuk pada daftar tunggu calon jemaah haji dari Indonesia. Kemudian di tahun 2015 Segar melaksanakan ibadah haji dengan sempurna.

Terkadang ada rasa tidak percaya dibenak orang-orang sekitar melihat kesuksesan Segar dengan usahanya sendiri mampu menunaikan ibadah haji. Karena melihat sisi keterbatasan yang dimiliki Segar. Namun Tuhan maha segalanya dan maha berkendak atas manusia dimuka bumi ini. Bagi Tuhan tidak ada yang tidak mungkin atas kehendaknya.

Selesai mewujudkan impiannya untuk berhaji, kini Segar ingin mewujudkan impian lainnya yaitu bagaimana bisa sama dengan orang-orang di kampungnya dalam berkeluarga dan memiliki keturunan. Dari segi fisik Segar sama dengan orang normal pada umumnya. Hanya bisu saja yang mungkin menjadi kekurangannya.

Lilik seorang wanita yang dipilih oleh Segar dan atas persetujuan semua keluarga, akhirnya Segar dan Lilik resmi dinikahkan seperti layaknya pernikahan yang dilaksanakan di kampungnya. Gayung bersambut, cinta keduanya menyemai asmara dalam bangunan rumah tangga sakinah mawaddah warahmah.

Meski seorang Lilik memiliki keterbatasan berbeda dengan Segar, namun Lilik mampu menjadikan Segar sebagai imam dalam hidupnya. Saling melengkapi kekurangan dan keterbatasan yang ada adalah kebahagiaan tersendiri bagi keduanya.

Lilik tidak bisu, namun Lilik dalam hal pendengaran tidaklah sempurna. Tuli, yach lilik seorang wanita yang tuli. Namun Segar ikhlas menerimanya sebagai istri, sebaliknya Lilik pun ikhlas menerima Segar sebagai suami meski bisu.

Cinta bisu dan cinta tuli bukanlah hal yang dipertentangkan atau dipisahkan. Segar dan Lilik bisa membuktikan bahwa mereka bisa bahagia lahir dan batin. Cinta Segar yang bisu menancap indah pada pusaran Surga yang ada pada cinta Lilik yang tuli. Akhirnya selamat berbahagia untuk Segar dan Lilik. Kalian berdua adalah inspirasi hidup tentang keterbatasan-keterbatasan dan kehendak Tuhan.

Penulis :Moh. Rasul Mauludi 
Editor  : Syaf 

******

Tulisan bersambung

Segar; Cinta Bisu Cinta Tuli
Meski Bisu, Namun Memanfaatkan Pikirannya
Sukses Karena Usahanya Sendiri


 

Meski Bisu, Namun Memanfaatkan Pikirannya

Diposting oleh: Pustaka Madura pada tanggal: |

Dengan suara yang tidak banyak, bisa dikatakan hanya satu kata yang digunakan sepanjang hidupnya yaitu "eehhh". Kata itulah yang mampu Segar suarakan pada siapapun. Untuk bisa membuat orang lain bisa memahami Segar pun memberi gerakan-gerakan pada anggota tubuhnya, seperti tangan, kepala, kaki ataupun menunjuk sesuatu apa yang dimaksudkan lawan bicaranya. Begitu juga orang yang mau berkomunikasi dengan Segar, mereka menggunakan isyarat tubuh untuk bisa dipahami Segar. Yach begitulah seorang Segar yang berjualan melayani dan berkomunikasi dengan para pembelinya.

Makanan ringan, minuman, nasi dan lainnya menghiasi warung Segar yang sudah besar. Seorang diri melakukan rutinitas di warungnya tidak membuatnya patah semangat. Memasak sendiri, meracik bumbu sendiri, semua serba dilakukan dengan seorang diri.

Segar memang bisu sejak kecil, namun Segar bisa melakukan sesuatu layaknya orang yang sempurna. Segar memanfaatkan akal pikirannya, sehingga meski bisu Segar berkomunikasi dengan bahasa isyarat. Segar mampu membaca dengan tulisan dan angka-angka. Kecerdasannya dimanfaatkan untuk lancarnya komunikasi dan berjualan di warungnya. Bisa membaca lewat tulisan dan berhitung tentunya tidak sesempurna orang normal pada umumnya, namun adanya sedikit kemampuan akan itu lebih memudahkan urusannya.

Memahami angka-angka membuatnya mampu mengkalkulasi semua keuangannya. Memahami tulis menulis membuatnya mampu menunjukkan maksud lawan bicaranya dalam bentuk tulisan. Jadi Segar tinggal ambil pensil menulis yang dimaksud kemudian ditunjukkan pada orang mungkin belum paham dengan isyarat yang diperagakan.

Tuhanpun tidak tinggal diam pada seorang Segar yang ditakdirkan harus bisu. Tuhan memberi kelebihan-kelebihan pada setiap hambaNya yang dikehendakiNya. Hanya hamba-hamba yang ikhlas berusaha dan berdoa serta bersyukur akan menjadi pilihan Tuhan untuk memberi kehendakNya pada hambanya.

Mungkin karena bisu, orang-orang disekitar Segar tidak memanggilnya dengan nama Segar, melainkan memanggil dengan panggilan Pepe. Tapi bagi Segar mau dipanggil apa saja tidak mungkin dihiraukan karena memang tidak tahu kalau dupanggil Pepe. Segar akan menoleh bila dipanggil dengan sentuhan (dicolek) dan akan nyambung dengan isyarat-isyarat yang ditunjukkan oleh lawan bicaranya.

Kini Segar sudah bisa dikatakan lebih mapan hidupnya daripada sebelumnya yang masih tertatih-tatih merintis usahanya. Kini materi sudah lebih dari cukup bahkan menabung untuk mewujudkan impiannya yaitu berhaji ke tanah haram. Meski bisu Segar pun berkeinginan bisa menunaikan ibadah haji.

Penulis :Moh. Rasul Mauludi 
Editor  : Syaf 

******

Tulisan bersambung

Segar; Cinta Bisu Cinta Tuli
Meski Bisu, Namun Memanfaatkan Pikirannya
Sukses Karena Usahanya Sendiri


 

Segar; Cinta Bisu Cinta Tuli

Diposting oleh: Pustaka Madura pada tanggal: |

Oleh : Moh. Rasul Mauludi 

"Cinta adalah anugerah, dan cinta milik semua anak manusia dan makhluk lainnya tanpa pandang bulu dan kulit. Tidak pula memandang batas-batas keterbatasan karena semua makhluk hidup berhak atas cinta. Hanya karena nafsulah cinta itu dikatakan buta".

Segar adalah sosok pemuda yang tidak seperti pada umumnya, lahir ke dunia pun atas kehendak-Nya. Kehidupannya layaknya kehidupan manusia lainya, namun ia menikmati semua keterbatasan yang dimiliki. Ekonomi yang tidak begitu mewah artinya hidup dengan batas ekonomi menengah kebawah. Lebih etisnya adalah dengan penuh kesederhanaan, namun etosnya melebihi kesempurnaan yang dimiliki orang lain.

Seorang segar bagian dari sosok pemuda yang tegar. Tegar menjalani hidup apa adanya dan penuh perjuangan. Zaman modern tidak menjadikannya latah pada fenomena krisis, terutama krisis moral. Dengan mandiri dan terus berfikir bagaimana menikmati hidup ini dengan rasa yang menyenangkan meskipun tidak pula bisa menutupi kesedihan yang ada.

Prinsip hidupnya bahwa suatu kelahiran apapun realitanya bukanlah suatu beban melainkan amanah yang maha kuasa yang harus diterima dengan lapang dada dan dijadikannya bahaimana hidup harus lebih hidup dari sebelumnya. Tentunya dengan semangat pantang menyerah dan selalu berusaha semaksimal mungkin serta bersyukur dengan hasil yang sudah didapatnya.

Segar hidup diantara kehidupan pesisir yang keras sekeras gelombang yang menderu lautan. Terik yang membakarpun dibiarkan membara, karena karang dan pasir tetaplah melukis laut dan pantai. Meski hidup itu pasang surut, Segar terus memoles diri dengan kesegaran yang tanpa lelah dan resah akan kebisingan angin yang menggelayut pada tetumbuhan yang menghijau ataupun yang sudah kerontang.

Ketidakmampuan memanfaatkan laut sebagai lahan ketahanan hidup, tidak menyurutkan semangat hidupnya. Segar memilih dengan cara lain yang lebih bisa dijangkau oleh kemampuan fisiknya.
Dari sejak mudanya Segar sudah mampu mencari nafkah untuk kebutuhan hidupnya. Dengan berjualan kecil-kecilan (peracangan) Segar mendapatkan penghasilan yang bisa memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Sedikit demi sedikit dikumpulkan dalam tabungan. Sedikit demi sedikit pula hidupnya semakin segar.

Segar tidak pernah gentar dan tidak pernah sedikitpun merasa malu ataupun gengsi dalam kenyataan hidup yang dihadapinya. Melayani para pembeli baik yang baru maupun yang sudah biasa setiap harinya, dilayani dengan senyuman dan kesantunan. Dan Segarpun mampu meyakinkan diri, bahwa Tuhan selalu bersamanya dalam keadaan apapun. Tuhan selalu memberi kemudahan dalam setiap kesulitan atau kesusahan.


Penulis :Moh. Rasul Mauludi 
Editor  : Syaf 

******

Tulisan bersambung

Segar; Cinta Bisu Cinta Tuli
Meski Bisu, Namun Memanfaatkan Pikirannya
Sukses Karena Usahanya Sendiri


 

Dambakan Pemimpin Religius dan Nasionalis

Diposting oleh: Pustaka Madura pada tanggal: 01 June 2018 |

Pemuda Sumenep Dambakan Pemimpin Religius dan Nasionalis (newssatu)
Madura_Aktual, Sumenep;  Jumat 1 Juni 2018- makin dekatnya pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim), para pasangan calon Gubernu dan Wakil Gubernur mulai mencari simpati masyarakat agar mendapatkan dukungan penuh dalam Pilkada. Namun demikian, hal itu tidak cukup untuk bisa menang dalam Pilgub yang akan digelar 27 Juni 2018, karena saat ini masyarakat sudah cerdas dalam memilih siapa pemimpinnya.

Berbicara pemimpin tentu masyarakat di Jawa Timur lebih memilih pada Pemimpin yang Religius dan Nasionalis, hal itu terungkap saat puluhan aktivis muda yang tergabung Kaukus Mahasiswa Sumekar (KMS) menggelar Forum Group Discusion (FGD).

Menurut Achmad Zainullah Pendiri dari KMS Sumenep, kenapa harus memilih pemimpin yang religius agar pemimpin tersebut selalu memiliki sikap dan perlaku yang patuh dalam menjalankan ajaran agama. Kemudian kenapa harus Nasionalis, seorang pemimpin harus memiliki jiwa setia kepada bangsanya.

Oleh karena itu, Gubernur dan Wakil Gubernur harus memiliki jiwa Nasionalis dan Religius, akan tetapi akan sangat sulit untuk menemukan sosok seperti itu, melainkan Gubernur dan Wakil Gubernurnya saling menutupi kekurangan masing-masing.

“Jik Gubernur seorang Religius, maka Wakil Gubernurnya seorang Nasionalis atau sebaliknya,” ujar Achmad Zainullah Pendiri Kaukus Mahasiswa Sumekar (KMS), Jumat (1/6/2018).

Lanjut mantan Aktivis PMII Sumenep ini, jika dilihat dari dua pasangan calon Gubernu dan Wakil Gubernur yang akan maju pada Pilkada Jatim nanti, nampaknya pasangan Syaifullah Yusuf dan Puti Guntur Soekarno Putri sangat cocok untuk memimpin Jawa Timur. Sebab, Syaifullah Yusuf (Gus Ipul) merupakan sosok yang religius, sedangkan Puti Guntur Soekarno Putri merupakan sosok yang memiliki jiwa Nasionalis.

“Pasangan Gus Ipul dan mbak Puti ini sangat cocok untuk memimpin Jawa Timur kedepannya, karena Gus Ipul itu seorang religius, sedangkan mbak Puti seorang Nasionalis,” tandasnya.

Oleh karena itu, dalam Forum Group Discusion (FGD) yang digelar Kaukus Mahasiswa Sumekar (KMS) pada Kamis (31/5/2018) lebih cendrung mendukung pasangan Syaifullah Yusuf dan Puti Guntur Soekarno Putri, karena dua sosok ini diyakini bisa membawa perubahan dan kemajuan bagi Jawa Timur (Jatim).

“Kami sepakat untuk mendukung Gus Ipul dan mbak Puti dalam Pilkada Jatim nanti,” pungkasnya. (newssatu)

Barang Bukti Bom Ikan Meledak di Polsek Giligenting

Diposting oleh: Pustaka Madura pada tanggal: 21 May 2018 |

Madura_Aktual; Sumenep: Kantor Kepolisian Sektor (Polsek) Giligenting, Sumenep, Madura, Jawa Timur (Jatim) hancur setelah bom ikan (Bondet) yang merupakan barang bukti (BB) dari hasil razia meledak. Sebelum terdengan suara ledakan, sempat terjadi konsleting pada reciver Alkom yang letaknya tidak jauh dari gudang penyimpanan barang bukti, pada Senin (21/5/2018) sore sekitar 15.10 Wib.

“Kejadian pada Senin (21/5/2018) sore, awalnya terjadi konsleting listrik pada reciver Alkom yang berada di dekat gudang penyimpanan arsip dan Barang Bukti (BB), dan mengeluarkan asap,” terang Kasubbag Humas Polres Sumenep, AKP Mukid, dalam releasenya, Senin (21/5/2018).

Dari konsleting tersebut,  Lanjut AKP Mukid, menimbulkan efek panas dan menyulut sebuah bom ikan (Bondet) yang disimpan dalam gudang barang bukti (BB) Polsek Giligenting. Akibatnya terjadi sebuah ledakan keras hingga menghancurkan kantor Polsek Giligenting.

“Akibat ledakan ini, gudang penyimpanan arsip dan Barang Bukti (BB) mengalami rusak berat,” ujarnya.

Beruntung dalam dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa, namun sejumlah ruangan di kantor Polsek Giligenting mengalami rusak berat, akibat ledakan bondet atau bom ikan tersebut.

“Kami masih melakukan pemeriksaan terhadap tiga orang saksi,” pungkasnya. (news1)

Terjadi Ledakan, Polsek Giligenting Sumenep Berantakan

Diposting oleh: Pustaka Madura pada tanggal: |

Suasana Polsek Giligenting
Madura_Aktual, Sumenep: Suara ledakan keras seperti bom di Polsek Giligenting, Sumenep, Madura, Jawa Timur (Jatim) menggegerkan warga setempat. Mendengar hal itu, warga langsung mendatangi kantor Polsek Giligenting, dan suara ledakan tersebut telah menghancurkan Polsek dan sejumlah barang-barang yang berada diruangan sudah berantakan.

“Memang benar terjadi ledakan di Giligenting,” kata Kasubbag Humas Polres Sumenep, AKP Mukid, Senin (21/5/2018).

Namun demikian, lanjut mantan Kapolsek Lenteng Sumenep ini, pihaknya masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) terkait dengan adanya ledakan di Polsek Giligenting. Selain itu, pihaknya juga melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi terkait dengan adanya ledakan yang mengakibatkan kantor Polsek Giligenting hancur.

“Kami belum bisa memastikan apa penyebab terjadinya ledakan, biar nanti menunggu informasi selanjutnya, karena kami masih menyelidiki kejadian tersebut,” pungkasnya. (news1)

Sebelum Meledakkan Rumah Guru, Pelaku Sempat Pesta Miras

Diposting oleh: Pustaka Madura pada tanggal: 09 March 2018 |

Tersangka Agus Salim dan Mardiansyah (Foto: istimewa)
Madura_Aktual, Sumenep; Terkait peristiwa  peledakan yang menimpa rumah Aswandi warga Dusun Sumber Hidup, Desa Kramian, Masalembu hancur terkena ledakan. Ledakan itu terjadi pada Jumat (9/2/2018) malam sekitar pukul 23.05 WIB., Polisi telah mengamankan dua pelaku

Fadillah mengatakan peristiwa yang terjadi bermula saat kedua tersangka dan teman-temannya pesta minuman keras (miras) di rumah Mardiansyah. Mereka minum mulai pukul 19.00 WIB.

Pukul 21.30 WIB, salah seorang teman tersangka keluar dengan motor hendak membeli miras karena persediaan hampir habis. Namun saat kembali, dia tak membawa motornya. Saat ditanya, dia menjawab bahwa motornya ditahan kepala dusun karena membunyikan knapot dengan keras (bleyer).

Rumah Guru di Maselembu Diledakkan


Kedua tersangka lalu mendatangi rumah Aswandi. Setelah sempat cekcok dan ramai, akhirnya motor teman tersangka diperbolehkan diambil. Saat berkumpul kembali, Mardiansyah mengatakan bhwa saat ribut-ribut, dia sempat dipukul seseorang yang tidak diketahuinya.

"Tersangka Agus Salim mendatangi kembali rumah korban, namun korban mengaku tak tahu siapa yang memukul," kata Fadillah.

Peledakan Rumah Guru, Dua Pelaku Diamankan

Kedua tersangka emosi. Mereka lalu membuat rencana memberi pelajaran kepada korban. Kedua tersangka kemudian merakit bondet. Pada tengah malam mereka mengendap-endap di bagian belakang rumah korban. Agus Salim menyulut bondet tersebut dan dilemparkannya ke rumah korban bagian belakang.

"Meledaklah bondet itu dan merusak rumah bagian belakang yang sebagian besar berdinding asbes," tandas Fadillah.  (*/detik.com)

Wisata dan Hiburan

Jurnalisme Warga

Budaya Madura

Lihat seluruh kategori Budaya Madura»

Wisata Madura

Lihat seluruh kategori Wisata Madura»

Dunia Wanita

Lihat seluruh kategori Dunia Wanita»

Hidup Sehat

Lihat seluruh kategori Hidup Sehat»

Akar Rumput

Lihat seluruh kategori Akar Rumput»

Kiat Kreatif

Lihat seluruh kategori Kiat Kreatif»