Pilkada sejatinya untuk memilih beberapa calon Bupati dan Wakil Bupati yang dikehendaki masyarakat. Semakin luas pengaruh yang diberikan semakin banyak dukungan bias diraih. “Tetapi hal ini bukanlah sesuatu yang mudah dan melalui proses yang panjang dan melelahkan. Baik secara idelogis maupun pragmatisme politik”, demikian dikatakan Syafrudin Budiman, Pemerhati Sosial Politik dan Media di Sumenep
Menurutnya tanpa dukungan masyarakat luas seorang calon akan sangat sulit untuk meraih kemenangan. Calon yang maju dan mereka sama-sama bekerja serius mengumpulkan bitingan suara rakyat. “Selain itu, seorang calon harus menyiapkan dana yang besar. Bisa mencapai senilai 10 - 15 M bahkan bisa lebih. Sungguh pengorbanan yang tidak kecil”, ungkapnya.
Ditanya tentang figur yang layak, Syafrudin menggambarkan, figur kandidat calon juga dituntut memiliki kapasitas dan kapabilitas memimpin. Seorang figur harus memiliki basis sosial dan basis ekonomi kuat dalam menerapkan kepemimpinannya, urainya
![]() |
| Syafrudin Budiman |
Menurut Syafrudin, jangan sampai seorang calon tidak memiliki visi yang jelas dalam melangkah. Seorang kandidat sudah sewajarnya memiliki tim konsultan perencanaan yang bisa menterjemahkan program-program visioner sang kandidat. Agar nantinya isu-isu yang di bawah ke basis bisa diterima kalangan bawah. Mengingat kalangan ini merupakan basis suara yang paling besar dan signifikan dalam meraih kemenangan.
Jumlah penduduk Kabupaten Sumenep mencapai 1,05 juta jiwa. Sedangkan secara geografis Sumenep memiliki 9 kecamatan kepulauan dan 18 kecamatan daratan. “Seorang kandidat calon Bupati dan Wakil Bupati harus melakukan sosialisasi dari ujung Pulau Kramian Masalembu sampai Pulau Nonggunong.
Sedang di wilayah daratan, tambah Ketua Konvensi Rakyat Sumenep (KRS), dari Prenduan sampai Lombang. Bahkan dari Kepulauan Sapeken sampai Raas. “Sungguh medan tempur yang luas dan perlu biaya, tenaga ekstra tinggi”
Meski demikian diharap masyarakat nantinya jangan terkecoh, dengan belasan kandidat yang bakal muncul, tentu merupakan pilihan yang rumit. “Keterikakan emosional masyarakat Sumenep cukup dari calon satu dengan calon yang lain”, pungkasnya.
Tags:
Sospol
