Dampak Pondok Romadhan, Terhadap Perilaku Anak | Suara Terkini dari Madura

Dampak Pondok Romadhan, Terhadap Perilaku Anak

Bulan romadhan telah berlalu, pada saat bulan suci hampir semua skolah melaksanakan kegiatan Pondok Romadhan. 

Agenda tahunan bagi siswa ini, apakah memberi dampak terhadap perkembangan akhlk anak?. Perubahan sikap perilaku serta nilai religiusitas anak tentu menjadi dambaan semua pihak. 

“Pondok Romadhan merupakan salah satu usaha memperkuat pemahaman anak terhadap ajaran agama”, demikian dikatakan Abd. Said, guru agama sekolah umum sekaligus sebagai guru ngaji di kampungnya Kelurahan Karangduak Sumenep. 

Pembekalan tentang ahklakul karimah yang baik dilaksanakan pada hari pertama dalam rangkaian kegiatan pondok ramadhan, ungkap Drs. Moh. Husen, ketua panitia Pondok Romadhan MAN Sumenep, ketika dihubungi Madura Aktual di ruang kerjanya. 

Menurutnya banyak dari siswa-siswi yang masih belum benar mengajinya dari sisi tajwid. Dengan dibimbing para guru yang ahli dibidangnya secara perlahan bacaan mereka mulai baik dan benar, tambah pengasuh Ma’had Ulya MAN Sumenepo. Dan ini hanya langkah awal saja untuk menguji kemampuan baca Al-Qur’an tiap siswa. Setelah itu siswa diidentifikasi kemampuan membacanya serta dikelompokkan sesuai dengan kemampuan membacanya”, ungkap Hosen Program pondok romadhan menekankan pada 3 kegiatan, ungkap Hj. Rusmiyati, M. Pd. Kepala Sekolah Bangselok I Kota Sumenep, secara rutin setiap tahun lembaganya mengaktifkan kegiatan Pondok Romadhan. 

Menurutnya, tujuan yang paling riil dari kegiatan pondok romadhan adalah menumbuhkembangkan perasaan cinta pada bulan ramadhan. “Ini yang terpenting”, tambahnya. Dengan rasa cinta itu maka tumbuh rasa bangga dan bahagia sehingga ditengah-tengah rasa haus, lapar dan dirasakan berat bagi anak-anak usia SD, terutama kelas rendah 1, 2 dan 3” jelasnya 

“Mereka merasa tidak merasakan berat dalam menjalankan ibadah puasa dan ibadah lainnya dalam bulan puasa. Ketika rasa cinta itu tumbuh maka diharapkan siswa semakin taqwa, mandiri, dan peduli terhadap sesama” Pondok ramadhan hanyalah salah satu teknik pembelajaran yang tersistem dengan produk adanya keseimbangan pengetahuan dan tataran prakteknya, lantaran waktunya juga sangat terbatas.

 “Jadi untuk mendapatkan hasil yang maksimal pembimbingan dan pemantauan terus-menerus dilakukan ketika anak-anak masih berada dalam asuhan kita”, ungkap Drs. H. M. Rifai Hasyim, Kasi Mapenda Kemenag Kabupaten Sumenep, Dan tidak kalah pentingnya adalah peran orang tua. Mustahil sekolah bisa memberikan hasil yang maksimal tanpa adanya bimbingan dan asuhan dari keluarga. Keteladanan harus diberikan oleh para orang tua maupun para guru, jelas Hasyim (Penulis Lilik RI)
Lebih baru Lebih lama