Dharma Wanita Harus Menebarkan Perubahan | Suara Terkini dari Madura

Dharma Wanita Harus Menebarkan Perubahan

Dharma Wanita di era reformasi menjadi Dharma Wanita Persatuan. Peristiwa tersebut menyebabkan perubahan yang mendasar yang diatur dalam AD/ART, antara lain Ketua Umum/Ketua tidak lagi dijabat oleh istri pemimpin tertinggi instansi, tetapi dipilih secara demokrasi oleh anggota dalam Munas, Musda dan rapat anggota. DWP menyatakan diri menjadi organisasi istri PNS yang netral secara politis, demokrasi dan mandiri. 

Hal tersebut salah satu sambutan Ketua Umum Dharma Wanita Persatauan (DWP) pusat, Ny. Nila F. Moeloek yang dibacakan Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Sumenep, Ny. Nunuk Soetarto, pada acara resepsi memperingati HUT Dharma Wanita Persatuan Ke 18 tahun 2014, dengan Tema “DWP Tanggung Jawab Kita Semua, Tantangan Perempuan Di era Globalisasi “ yang juga memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Pendopo Agung Kraton Sumenep, Senin (12/01/2015). 

Selanjutnya, pada periode II, yakni priode pengembangan yang secara perlahan tetapi menjadi jelas, selama era reformasi yang juga mengalami krisis moneter, menyebabkan perhatian organisasi terhadap pendidikan anak, yang merupakanpakan tujuan utama. DWP mendapat kesempatan untuk bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melaksanakan program Pendidikan Nasional, yaitu Wajib belajar 9 tahun. 

Kemudian di periode III hingga saat ini, merupakan periode Pencapaian, dimana organisasai Dharma Wanita Persatuan melangkah ke depan dengan rasa percaya diri yang diwujudkan melalui program-program yang semakin profesional, antara lain menjalin kemitraan dengan pihak pemerintah dan swasta. 

Sementara Dewan Penasehat Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Sumenep yang juga Ketua Tm Penggerak PKK Kabupaten Sumenep, Ny. Nurfitriana Busyro berharap kehadiran DPW, khususnya di Sumenep harus terus menebarkan perubahan, utamanya pada perubahan yang lebih baik dan positif dimasa depan.

Karena itu diharapkan pula, kedepan DWP harus mampu menghadapi tantangan, baik di internal maupun eksternal. Bagaimana anggotanya tidak sampai dihinggapi kejenuhan dan kebosanan, dan lebih mengedepankan kepentingan bersama dari kepentingan pribadi. 

Dalam kesempatan tersebut juga diberikan beberapa bantuan kepada anak yatim, korban bencana, dan anak-anak DWP di sejumlah instansi. ( Ren, Esha )
Lebih baru Lebih lama