Puisi dan HAM Punya Maksud dan Tujuan Sama | Suara Terkini dari Madura

Puisi dan HAM Punya Maksud dan Tujuan Sama

Antara puisi dan HAM (Hak Asasi Manusia) mempunyai maksud dan tujuan yang sama. Perbedaannya hanya pada kulit. Demikian dikatakan Muh. Khori ketika mengantar diskusi sastra pada acara peluncuran buku antologi puisi “Titik Temu”, di aditorium RRI Sumenep, Minggu (04/01/2015) pagi. 

Menurutnya, puisi akan selalu membicarakan tentang HAM. “Puisi sebagai genre sastra akan selalu mengungkap persoalanan manusia dan persoalanan humaniora”, ujar dosen UNISA Surabaya itu.

HAM perlu dan harus mendapatkan pengalaman eksistensi dan jadiri. Eksistensi tidak akan muncul bila jadi diri tidak menguat. “Hal ini juga terdapat dalam karya sastra. Sebab kekuatan sastra terletak pada eksistensi, dan untuk melambungkan eksistensi , perlu penguatan karya puisi yang berkualitas”, urai Khoiri.

Selain Khoiri, Fendi Kaconk penggagas lahirnya buku puisi itu, menceritakan proses kreatif Komunitas Kampoeng Jerami yang ia bina dan kembangkan, bahwa perjalanan untuk menerbitkan buku “Titik Temu” ini memang penuh tantangan. Pihaknya memilij tema HAM dalam antologi puisi memang cukup relevan, lantaran selama ini wacana HAM masih hangat dibicarakan oleh masyarakat.

“Kita berharap buku puisi ini menyadarkan semua pihak, bahwa persoalan HAM sangat serius untuk dicermati dan ditangai secara serius pula”, ungkap penyair Sumenep ini.

Pelucuran buku dan diskusi yang diikuti para sastrawan, mahasiswa dan komunitas seni di Sumenep ini, sebelumnya tampil membacakan puisi oleh penyair mulai M. Faizi, Dayat Raharja, Hendra Cipta, Amin Basiri, Tika Melari, Moh. Ghufron Cholid dan Syaf Antorn Wr dan pentas seni musilakilasi puisi. (syaf)
Lebih baru Lebih lama