Krupuk mujair memang belum begitu banyak dikenal oleh masyarakat, khususnya masyarakat Madura, dibanding krupuk udang atau jenis krupuk lainnya yang dicampur ikan hasil laut.
Krupuk yang campuran ikan mujair ini, mulai banyak diproduksi oleh para pengrajin home industri di Desa Marengan Laok. Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep Madura, lantaran jenis krupuk ini cukup menjanjikan sebagai usaha kecil masyarakat setempat.
Di desa Marengan Laok terdapat sekitar 25 home industri yang mengolah krupuk. “Produk mereka beragam, ada krupuk ikan, krupuk puli, dan juga jajanan yang dihasilkan dari olahan ikan laut”, papar Moh. Alwi, Sekdes Marengan Laok.
“Wilayah desa Marengan Laok memang mempunyai potensi Sumber Daya Alam sebagai bahan baku pembuatan krupuk, baik krupuk ikan, krupuk puli dan yang terakhir ini krupuk mujair”, tambahnya.
Disebutkannya, tambak rakyat milik masyarakat sekitar 40 % dan milik PT Garam 60 %. “Jadi tidak mengherankan apabila produk ikan seperti mujair, udang dan bandeng banyak berasal dari Marengan laok.”, ungkap Alwi
Hasil industri olahan dari desa ini telah menyebar ke berbagai daerah bahkan produk krupuk ikan dengan omzet besar telah merambah ke kota-kota besar. Bisa memungkinkan kalau produk lain seperti krupuk mujair akan menjadi besar kalau masyarakat diberdayakan karena bahan baku olahan tersebut cukup banyak dan mudah didapatkan.
Persoalannya, ungkap Alwi, mereka butuh bantuan modal, selain pelatihan-pelatihan. “Tanpa pelatihan tidak akan imbang”, ujarnya.
“Nah, ketika warga kami telah dberikan sosialisasi dan pelatihan-pelatihan maka mereka akan memiliki ketrampilan bagaimana membuat produk yang baik, bersih dan higenis termasuk juga dalam pengemasannya”, harapnya.
Harapan terbesar dalam benak Alwi adalah bagaimana home industri krupuk di desanya menjadi besar, dan tentunya itu akan sangat membantu memberdayakan masyarakatnya yang masih berada dalam garis kemiskinan.
Karena kemiskinan akan terentas apabila mereka memiliki ketrampilan yang bisa digunakan untuk mengolah sumber daya alam yang melimpah di desa Marengan Laok. Tanpa memiliki ketrampilan berbagai subsidi atau bantuan yang diberikan pemerintah hanya menguap pada pemenuhan kebutuhan ekonpmi semata.
“Kami sangat berharap pada instansi terkait dan pemerintah kabupaten untuk menoleh potensi desa Marengan Laok dan memberdayakan masyarakat karena kami memiliki potensi SDA dan SDM untuk dikembangkan menjadi produksi lebih besar”, jelas Alwi (el)
Tags:
Akar Rumput
