Raymond Sapoen, Calon Presiden Suriname Asal Banyumas

Madura Aktual; Raymond Sapoen salah seorang kandidat presiden Suriname ternyata berasal dari keturunan Banyumas Jawa Tengah. Dari tempat asal kakeknya, di Desa Kanding, Kecamatan Somagede, Kabupaten Banyumas Jawa Tengah, Sapoen menjadi perbincangan hangat warga setempat.

Raymond Sapoen ini merupakan generasi kedua dari imigran asal Jawa yang dikirim Kolonial Belanda menggarap perkebunan di Suriname di awal abad 20. Kakeknya bernama Sapoen dikirim ke masuk Suriname tahun 1928.

Ketua Ketua RT01/RW01 Desa Kanding, Haryono, sebagaimana dilansir pos kota news mengaku sempat terkejut ketika pertama kali mendengar jika ada keturunan warga Desa Kanding yang menjadi kandidat calon Presiden Suriname. Oleh karena itu, dia pun segera mencari kebenaran informasi tersebut dan berusaha menelusuri silsilah keluarga Raymond Sapoen tersebut

Berdasar penelusuran Haryono, beberapa warga Kanding masih memiliki hubungan keluarga dengan Raymond Sapoen. Dalam hal ini, pertalian saudara itu berasal dari buyut kandidat calon Presiden Suriname itu.

Raymond Sapoen lahir pada 25 Oktober 1967, menempuh pendidikan di AMS dan aktif di Partai Demokrat Nasional sebelum berpindah ke partai politik Pendawa Lima (PL).Ia pernah menjadi penasihat hukum di Kementerian Keuangan, penasihat kebijakan di Departemen Perencanaan dan Koordinasi Pembangunan, kemudian menjadi menteri muda di Kementerian Pendidikan dan Pembangunan Rakyat pada bulan November 1998.

Pengangkatan itu terjadi setelah keluhan partainya bahwa mereka kurang terwakili di Kabinet Wijdenbosch. Di awal tahun 2000, kabinet itu lengser setelah Pemilu yang diadakan lebih awal. Di tahun itu, Sapoen menjabat sebagai pimpinan partai Pendawa Lima. Lalu, ia bekerja sama sebagai penasihat hukum di Kemenkeu. Dalam perjalanan menuju pemilihan parlemen tahun 2010.

Pendawa Lima menjadi bagian instansi pertama dalam Kombinasi A1 (semacam koalisi) di mana Sapoen juga menjadi ketua. Pada bulan Januari 2010, Pendawa Lima keluar dari Kombinasi A1 dan tak berapa lama kemudian, Pendawa Lima berkoalisi dengan Partai Pertjajah Luhur yang dipimpin oleh Paul Somohardjo yang juga berhaluan Jawa. Dalam Pemilu 2010, Pertjajah Luhur menjadi bagian dari VolksAlliantie.

Dalam Pemilu tanggal 25 Mei 2010, Sapoen terpilih di Distrik Wanica. Namun, VolksAlliantie hanya meraih 1 kursi, sehingga ia tidak berada di lijsttrekker (daftar tarik) dan ditempatkan di urutan ke-2. Karena di Wanica ia lebih banyak mendulang suara daripada lijsttrekker Martha Djojoseparto, ia terpilih sebagai anggota Majelis Nasional di sana.

Pada bulan Agustus 2010, ia diangkat sebagai Menteri Pendidikan dan Pembangunan Rakyat dalam Kabinet Bouterse di mana karena keanggotaannya dalam Majelis Nasional, Sapoen harus mundur dan Djojoseparto tetap di parlemen.

Pada tahun 2012, Sapoen harus meninggalkan pos Menteri Pendidikan dan diangkat sebagai Menteri Perdindustrian dan Perdagangan (Menperindag). (el)