Madura Aktual; Di Madura banyak ditemukan karya-karya sastra yang cukup besar memberikan nilai terhadap kehidupan masyarakatnya, tapi tidak banyak karya sastra tersebut yang dibukukan.
Demikian dikatakan sastrawan D.Zawawi Imron dalam orasinya pada Lounching dan Bedah Buku kumpulan puisi “Migrasi Hujan” karya M. Fauzi dan “Madura: Aku & Rindu” karya Benazir Nafilah, di Gedung Nasional Indonesia Sumenep, Minggu (22/02/2015)
“Dalam sastra terdapat hunungan erat dengan kehidupan, karena fungsi sosial sastra adalah bagaimana ia melibatkan dirinya ditengah-tengah kehidupan masyarakat. Untuk itu sastra hasrus diapresiasi oleh semua orang”, ujarnya
“Banyak kita temui pada tokoh ketika berbicara tidak lagi mencerminkan nilai-nilai kehidupan kita, hanya dengan dengan sastralah yang memberikan jawaban”, ujar Zawawi.
Menurutnya, dalam dunia kesasteraan perlu dirawat dengan benar, dilestarikan dan juga diusahakan agar karya-karya sastra yang ada, termasuk karya sastra lama agar banyak dibaca dan dipahami oleh mesyarakatnya.
Dalam kesempatan tersebut, Zawawi membacakan beberapa karya sastra lama dalam bentuk pantun, “seperti pantun pantun ini kan terdapat banyak ajaran-ajaran kearifan yang perlu dipekenalkan kepada masyarakat”, ulas si celurit emas itu.
Sebagai sastrawan ia berharap, kedepan ada fenomena yang memberikan ruang lebih luas pada kehidupan sastra di Sumenep, sehingga para sastrawan, penyair, seniman, budayawan dan penggian sastra bisa melahirkan karya yang monumental.
Lounching dan Bedah Buku yang digelar oleh Said Abdullah Institut ini dihadiri sekitar 200 peserta yang umumnya dari kalangan komunitas seni, pelajar dan seniman. (elma)
Tags:
Ekspose
