Puisi Ditulis Untuk Dibaca dan Dipahami | Suara Terkini dari Madura

Puisi Ditulis Untuk Dibaca dan Dipahami

Madura Aktual; Said Abdullah Institut (SAI) menyelenggarakan Lounching dan Bedah Buku kumpulan puisi “Migrasi Hujan” karya M. Fauzi dan “Madura: Aku & Rindu” karya Benazir Nafilah, di Gedung Nasional Indonesia Sumenep, Minggu (22/02/2015)

Hadir sebagai pembedah Ahmad Kekal Hamdani, penyair asal Madura yang bermukim di Yogyakarta dan R. Timur Budi Raja, penyair asal Bangkalan, yang keduanya menyoroti sekitar karya puisi dua penyair tersebut..

R. Timur Budi Raja menyebut, karya-karya Fauzi dinilai masih banyak dipengaruhi oleh karya-karya puisi Afrizal Malna dan Sutardji Calsum Bachri. “bahkan puisi satu dengan yang lain kerap terjadi ketidaksamaan bentuk, sehingga Fauzi masih belum menemukan indentitas diri”, urainya.

Sementara Ahmad Kekal Hamdani, memberikan nilai apapun bentuk puisi bukanlah sesuatu hal yang menghawatirkan, karena karya puisi ditulis untuk dibaca dan dipahami maknanya oleh pembacanya. “Semua tergantung kemampuan analisis pembaca, sebab tugas penyair hanya melahirkan karya”, jelasnya.

Selain itu hadir turut menyaksikan para seniman Syaf Anton Wr, M. Faizi, Ibnu Hajar, Agus Suhandono, Nurhadi Mukri dan sejumlah seniman lainnya, dan merespon positif dan apresiatif terhadap lounching dan bedah buku tersebut. (elma)
Lebih baru Lebih lama