Madura Aktual; Perdana Menteri pertama Singapura, Lee Kuan Yew dinyatakan meninggal dunia. Lee meninggal di usianya yang ke-91 tahun. Warga Singapura menangis di jalanan dan ribuan antre pada Rabu (26/03/2015) untuk menghormati pendiri dan pemimpin negara Singapura.
Lee dilahirkan tahun 1923 dan mendirikan Partai Aksi Rakyat pada 1954, untuk kemudian terpilih sebagai Perdana Menteri lima tahun berikutnya. Dia yang memimpin penggabungan Singapura dengan Malaysia pada 1963, dan saat melepaskan diri dari negara tersebut dua tahun setelahnya. Di saat terakhirnya, Lee meninggalkan dua orang putra Lee Hsien Loong dan Lee Hsien Yang, serta seorang putri bernama Lee Wei Ling.
Dia merupakan pendiri Singapura yang telah berhasil membawa negara dengan luas wilayah kecil tersebut menjadi raksasa pusat bisnis internasional. Tak hanya itu, Lee Kuan Yew juga berhasil menjadikan Singapura sebagai salah satu negara paling bersih dari korupsi. Menurut Indeks Korupsi Dunia 2014 yang dirilis Lembaga Transparency International, Singapura menjadi negara yang paling bersih di Asia dengan skor 84.
Untuk skala internasional, negeri Singa itu menempati posisi ke-7 dalam Indeks yang dikeluarkan Transparansi Internasional. Jepang berada di peringkat 15 dengan skor 76. Singapura menjadi negara besar dengan tingkat korupsi yang sangat minim.
Selama memimpin Singapura, Lee menerapkan kebijakan khusus untuk membangun negara. Salah satunya, Lee menerapkan negara yang bebas ideologi dan pemerintahan yang alergi-kritik, efisien, visioner atau berpandangan ke depan.
Selama masa kepemimpinan Lee sepanjang tiga dasawarsa, Singapura berkembang dari negara golongan Dunia Ketiga menjadi salah satu negara maju di dunia, walaupun dia mempunyai sedikit penduduk dan minimnya sumber daya alam.
Lee kerap berkata bahwa satu-satunya sumber daya alam Singapura adalah rakyatnya dan ketekadan dalam bekerja. Ia dihormati oleh banyak rakyat Singapura, terutama generasi lansia yang mengingat karakter kepimimpinannya yang bersemangat selama kemerdekaan dan perpisahan dari Malaysia.
Lee diakui sebagai arsitek kemakmuran Singapura pada masa kini, meskipun peran itu juga dilaksanakan oleh Wakil PM Goh Keng Swee yang mengurusi bidang ekonomi. Selain itu, Lee juga dianggap sebagai seorang otoriter yang condong kepada kaum elit. Lee spernah mengatakan bahwa ia lebih suka ditakuti daripada disayangi rakyatnya.
Lee melaksanakan beberapa peraturan keras guna menekan kaum oposisi dan kebebasan berpendapat, misalnya penuntutan perkara pemfitnahan hingga membangkrutkan musuh-musuh politiknya.
Dalam 30 tahun lebih masa kepemimpinannya, Lee Kuan Yew dikenal intoleran terhadap korupsi.Hal ini dibuktikan dengan dipindahkannya kantor pusat Corrupt Practices Investigation Bureau (CPIB) seperti KPK di Indonesia ke dalam gedung/ruangan Perdana Menteri ketika baru menjabat dan mengatur agar pimpinan CPIB memberikan laporan langsung kepada Perdana Menteri,
serta diadakannya amandementerhadap Prevention of Corruption Act untuk memberikan wewenang lebih kepada CPIB dalam penyelidikan tingkat lanjut terhadap kasus dantersangka kasus korupsi.Pada tahun 1979
Sebagai sebuah negara, Singapura juga tidak terlepas dari masalah korupsi. Namun, Singapura berhasil memperkecil kemungkinan adanya celahuntuk terjadinya tindakan korupsi. Hal ini terbuktidengan berhasilnya Singapura meraih status sebagai negara dengan Indeks Persepsi Korupsi terbaik di Asia pada tahun 2012. (Madura Aktual)
Tags:
Fokus
