![]() |
| 8 terpidana mati |
Madura Aktual, Tadi malam, Rabu (29/04/205) dini hari sekitar 00.35 WIB, delapan orang terpidana mati kasus narkoba dieksekui oleh regu penembak di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Sedang terpidana asal Filipin, Tanpa Mary Jane yang juga terpidana mati, ditunda.
Kedelapan terpidana mati yang dieksekusi adalah Myuran Sukumaran dan Andrew Chan (Australia); Martin Anderson, Raheem A Salami, Sylvester Obiekwe, dan Okwudili Oyatanze (Nigeria); Rodrigo Gularte (Brasil); serta Zainal Abidin (Indonesia).
Sedang Mary Jane Veloso ditangguhkan eksekusi matinya lantaran atas permintaan Presiden Filipina lantaran ada perkembangan terbaru dalam kasus penyelundupan narkoba yang melibatkan dirinya.
Kedelapan terpidana mati yang dieksekusi adalah Myuran Sukumaran dan Andrew Chan (Australia); Martin Anderson, Raheem A Salami, Sylvester Obiekwe, dan Okwudili Oyatanze (Nigeria); Rodrigo Gularte (Brasil); serta Zainal Abidin (Indonesia).
Sedang Mary Jane Veloso ditangguhkan eksekusi matinya lantaran atas permintaan Presiden Filipina lantaran ada perkembangan terbaru dalam kasus penyelundupan narkoba yang melibatkan dirinya.
Januari 2015 lalu, Indonesia telah mengeksekusi hukuman mati lima narapidana kasus yang sama pada warga asal Malawi, Nigeria, Vietnam, Brasil, dan Belanda.
Dalam keterangan pers di Kantor Kejaksaan Agung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan yang disampaikan Selasa malam (28/04/205), Jaksa Agung RI, HM. Prasetyo menjelaskan eksekusi oleh regu tembak tidak dilakukan satu per satu tapi dilaksanakan secara serentak.
”Semuanya dilaksanakan secara serentak. Supaya tidak saling menunggu” kata Prasetyo.
Jaksa Agung HM Prasetyo mengatakan pemerintah Indonesia tidak ingin membuka sengketa dengan negara lain, eksekusi ini semata-mata untuk mencegah orang-orang menyelundupkan atau memperdagangkan narkoba.
Sementara dalam berbagai kesempatan Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa Indonesia sudah mengalami darurat narkoba, di mana 18.000 orang meninggal dunia setiap tahun akibat narkoba ini, sementara puluhan ribu lainnya menderia di pusat-pusat rehabilitasi.
(san)
Tags:
Fokus
