![]() |
| Makan ikan bakar di lapak, sehatkah? |
Madura Aktual, Siapa yang tak tergiur, ketika aroma asap ikan bakar menusur rongga hidung. Yang pasti dalam benak membayangkan, heeem betapa nikmatnya bila sajian ikan bakar tersaji depannya, apalagi menyantap besama keluarga atau teman-teman lainnya.
Namun Anda tidak usah hawatir, karena sajian ikan bakar banyak terdapat di sejumlah restoran, apalagi sekarang seperti Sumenep, Madura, Jawa Timur, terdapat lapak-lapak penjual ikan bakar baik untuk dikonsumsi di rumah maupun ditempat.
Konon, hasil penelitian para ilmuan dinyatakan makanan yang diolah dengan dibakar, bisa mengakibatkan dampak buruk bagi kesehatan. Bahkan disebut-sebut makanan jenis ini dapat meningkatkan risiko kanker sampai dua kali lipat, dibanding direbus meski diolah/dibakar sampai matang.
Disebutkan pula bahwa daging atau yang sejenis dengan cara digoreng atau dibakar dapat menyebabkan mutasi karsinogenik pada permukaan makanan (karsinogenik adalah suatu bahan yang dapat mendorong/menyebabkan kanker karena gangguan pada proses metabolisme seluler (genomik)
Sebuah studi yang dilakukan di Norwegian Institute of public health, sebagai percobaan untuk menguji tikus yang diharapkan dapat mencerminkan kondisi serupa pada manusia. Mereka menemukan bahwa manusia memiliki enzim tertentu yang disebut sulfotransferases (sult) di beberapa bagian tubuh mereka. meskipun demikian, enzim ini hanya ditemukan di hati tikus.
Sult enzim berfungsi untuk mengubah beberapa bahan dalam makanan yang berbahaya. Selain itu, enzim ini juga memiliki kemampuan untuk mengubah isi dari makanan menjadi karsinogenik atau menyebabkan kanker.
Para peneliti mengatakan Tikus yang makan makanan yang terkontaminasi kebanyakan ditemukan dalam ikan dan daging panggang
“Kami ingin memeriksa perkembangan tumor usus besar pada tikus yang sering makan makanan panggang dan goreng dan membandingkannya dengan perkembangan tumor pada tikus normal yang diberi makanan yang terkontaminasi yang sama,” kata para ilmuwan, seperti dikutip dari DailyMail.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa para ilmuwan menemukan tumor usus besar meningkat 31-80 persen pada tikus yang makan daging panggang, sama seperti manusia.
Selain itu, para ilmuwan juga mencatat bahwa tikus percobaan tidak sempurna untuk menggambarkan risiko usus kesehatan manusia melalui konsumsi makanan yang terkontaminasi.
Dikutip dari about Menurut direktur Konten Medis untuk American Cancer Society, Dr Ted Gansler, makan dalam jumlah berlebihan ayam bakar atau daging panggang dapat meningkatkan risiko kanker. Hal ini juga berlaku untuk tumis daging pada suhu tinggi.
Penelitian saat ini memberitahu kita bahwa daging terlalu matang atau yang gosong menimbulkan risiko tertinggi. Hal ini terjadi karena memasak pada suhu yang sangat tinggi memecah asam, creatine amino dalam daging. Ketika ini terjadi, heterosiklik amina (HAS) dibentuk. HAS adalah kimia karsinogenik dan dihubungkan dengan kanker. (el dari tipskesehatan)
Namun Anda tidak usah hawatir, karena sajian ikan bakar banyak terdapat di sejumlah restoran, apalagi sekarang seperti Sumenep, Madura, Jawa Timur, terdapat lapak-lapak penjual ikan bakar baik untuk dikonsumsi di rumah maupun ditempat.
Konon, hasil penelitian para ilmuan dinyatakan makanan yang diolah dengan dibakar, bisa mengakibatkan dampak buruk bagi kesehatan. Bahkan disebut-sebut makanan jenis ini dapat meningkatkan risiko kanker sampai dua kali lipat, dibanding direbus meski diolah/dibakar sampai matang.
Disebutkan pula bahwa daging atau yang sejenis dengan cara digoreng atau dibakar dapat menyebabkan mutasi karsinogenik pada permukaan makanan (karsinogenik adalah suatu bahan yang dapat mendorong/menyebabkan kanker karena gangguan pada proses metabolisme seluler (genomik)
Sebuah studi yang dilakukan di Norwegian Institute of public health, sebagai percobaan untuk menguji tikus yang diharapkan dapat mencerminkan kondisi serupa pada manusia. Mereka menemukan bahwa manusia memiliki enzim tertentu yang disebut sulfotransferases (sult) di beberapa bagian tubuh mereka. meskipun demikian, enzim ini hanya ditemukan di hati tikus.
Sult enzim berfungsi untuk mengubah beberapa bahan dalam makanan yang berbahaya. Selain itu, enzim ini juga memiliki kemampuan untuk mengubah isi dari makanan menjadi karsinogenik atau menyebabkan kanker.
Para peneliti mengatakan Tikus yang makan makanan yang terkontaminasi kebanyakan ditemukan dalam ikan dan daging panggang
“Kami ingin memeriksa perkembangan tumor usus besar pada tikus yang sering makan makanan panggang dan goreng dan membandingkannya dengan perkembangan tumor pada tikus normal yang diberi makanan yang terkontaminasi yang sama,” kata para ilmuwan, seperti dikutip dari DailyMail.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa para ilmuwan menemukan tumor usus besar meningkat 31-80 persen pada tikus yang makan daging panggang, sama seperti manusia.
Selain itu, para ilmuwan juga mencatat bahwa tikus percobaan tidak sempurna untuk menggambarkan risiko usus kesehatan manusia melalui konsumsi makanan yang terkontaminasi.
Dikutip dari about Menurut direktur Konten Medis untuk American Cancer Society, Dr Ted Gansler, makan dalam jumlah berlebihan ayam bakar atau daging panggang dapat meningkatkan risiko kanker. Hal ini juga berlaku untuk tumis daging pada suhu tinggi.
Penelitian saat ini memberitahu kita bahwa daging terlalu matang atau yang gosong menimbulkan risiko tertinggi. Hal ini terjadi karena memasak pada suhu yang sangat tinggi memecah asam, creatine amino dalam daging. Ketika ini terjadi, heterosiklik amina (HAS) dibentuk. HAS adalah kimia karsinogenik dan dihubungkan dengan kanker. (el dari tipskesehatan)
Tags:
Kesehatan
