Madura Aktual, Pemekasan; Legislator Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan, Jawa Timur menyoroti adanya pihak ketiga yang mempermainkan harga garam rakyat dan menyebabkan terjadinya harga garam tidak stabil.
Seperti diungkap Ketua Komisi II DPRD Pamekasan, Hosnan Ahmadi menyatakan selama ini harga garam selalu menjadi masalah di kalangan petani garam, yang juga menjadi tanda tanya sejumlah pihak.
“Apakah karena adanya permainan pihak ketiga atau lantaran kualitas garam yang tidak bagus,” ungkap Hosnan,” Sabtu (20/06/2015).
Namun demikian pihaknya belum tahu pasti, karena itu menyangkut rahasia perusahaan. “Apakah karena komponen biaya produksi dari bahan baku garam yang tinggi, sehingga pabrik menekan harga atau sekedar permainan pihak ketiga,” katanya,
Menurutnya untuk memotong gerakan pihak ketiga, politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengaku, pemerintah sudah mematok harga minimal untuk pembelian garam, namun pabrik atau pengepul selalu tidak mematuhi harga yang dipatok tersebut.
“Dimana-mana kalau urusan ekonomi ini, orang cenderung menguntungkan diri sendiri. Kalau memang sifatnya membantu petani, harus dilakukan oleh pemerintah atau dibentuk lembaga semacam koperasi,” tandasnya. (*)
Tags:
Pamekasan
