Kepemimpinan Bupati Busyro Karim Selama 5 Tahun Dinilai Gagal | Suara Terkini dari Madura

Kepemimpinan Bupati Busyro Karim Selama 5 Tahun Dinilai Gagal

Madura Aktual, Sumenep;  Sejumlah mahasiswa yang tergabung PMII Sumenep, Jawa Timur melakukan aksi demo dan mendatangi kantor Bupati setempat mempertanyakan sejumlah masalah menyangkut kepemimpinan Bupati A. Busyro Karim – Wakil Bupati Soengkono Sidik yang dinilai gagal.

Para pendemo kemudian ditemui oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Hadi Sutarto seraya duduk lesehan di teras Pemkab Sumenep dan didampingi sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD)| baca juga: Aksi Demo PMII, Jebol Pagar Pemkab Sumenep Jebol.

Salah seorang aktifis PMII, Imam Arifin menyebutkan sejumlah kegagalan pemerintahan Busyro Karim selama 5 tahun terakhir ini. Diantaranya, pelayanan kesehatan disetiap Puskesmas dan RSUD tidak maksimal, masih banyak pungutan liar (pungli).

Selain itu ia menyebtu adannya sejumlah lokasi pengembangan perumahan yang sempat dihentikan karena lahannya berada di areal lahan produktif tapi dalam waktu tidak begitu lama pembangunan perumahan itu dilanjutkan kembali..

“Ini ada apa dengan sistem di Pemkab Sumenep. Kami melihat tidak ada kometmen yang jelas dalam membangun Sumenep,” ungkap Imam Arifin.

Dengan pengamanan puluhan Polisi dan Satpol PP, mahasiswa menyampaikan aspirasinya terkait kegagalan pemerintahan A. Busyro Karim dan Soengkono Sidik kepada Sekda.

Sejumlah lokasi pembangunan perumahan yang sempat dihentikan karena lahannya berada di areal lahan produktif tapi tiba-tiba dilanjutkan.

“Ini ada apa dengan sistem di Pemkab Sumenep. Tidak ada kometmen yang jelas dalam membangun Sumenep,” ungkap Imam Arifin.

Bahkan  sampai pembangunan pasar juga menjadi sorotan bahkan menjadi polemik. Padahal banyak pedagang yang terlantar dan pengunjung pasar pun tidak nyaman.

Sementara Hadi Sutrato menyampaikan ungkapan terima kasih kepada para mahasiswa yang telah mengevaluasi kinerja Pemkab. “Kami menerimanya sebagai bahan masukan dan koreksi," kata Hadi Soetarto

Meskipun telah mendapatkan penjelasan panjang lebar dari Sekda, para mahasiswa rupanya belum puas. Menurutnya, jawaban yang disampaikan Sekda sangat normatif.

Menurutnya, jawaban pak Sekda itu normatif yang tidak jelas. Ini kekecewaan kami yang perlu disampaikan ke Bupati. “Minggu depan, kami akan datang lagi dengan massa yang lebih besar," ungkap Imam Arifin. (san)

Lebih baru Lebih lama