Penyebab Dan Pengobatan Sakit Tenggorokan | Suara Terkini dari Madura

Penyebab Dan Pengobatan Sakit Tenggorokan


Sakit tenggorokan umumnya disebabkan infeksi mikroorganisme yang menyebabkan pilek.

Virus dan Bakteri Penyebab Infeksi. 
Ada banyak virus dan bakteri penyebab sakit tenggorokan. Berikut ini adalah beberapa di antaranya:
§  Parainfluenza virus, coronavirus dan rhinovirus (penyebab-penyebab paling umum)
§  Virus influenza tipe A dan B sebagai penyebab flu.
§  Adenovirus yang juga menyebabkan peradangan selaput mata.
§  Virus herpes tipe 1 sebagai penyebab luka melepuh di sekitar bibir.
§  Beberapa tipe bakteri streptokokal sebagai penyebab infeksi streptokokal.
§  Virus Epstein-Barr (EBV) sebagai penyebab demam kelenjar.
§  Cacar air.
§  Difteri: penyakit pernapasan parah.

Bagaimana Anda Tertular?
Infeksi biasanya terjadi di tempat atau fasilitas umum.  Selain melalui sentuhan langsung dengan pengidap atau benda yang baru dipegangnya, virus flu menyebar melalui udara saat seseorang yang sedang terinfeksi batuk, bicara, atau bersin.

Infeksi menyebabkan peradangan pada tonsil di sisi kanan dan kiri tenggorokan Anda (tonsillitis) dan pada bagian belakang tenggorokan (faringitis).

Pemicu sakit tenggorokan yang tidak menular
Dalam beberapa kasus yang lebih jarang terjadi, sakit tenggorokan dapat timbul karena hal selain virus dan bakteri, yaitu:

§  Ketegangan otot akibat berteriak-teriak dalam waktu lama.
§  Tumor yang mengandung kanker pada tenggorokan, lidah, atau laring.
§ Iritasi pada tabung nasogastrik. Ini adalah tabung yang digunakan saat seorang pasien tidak dapat mengonsumsi makanan atau minuman melalui mulut. Tabung tersebut melintasi hidung ke perut untuk meneruskan makanan cair.
§  Alergi pada serbuk sari atau spora yang disebut hayfever.
§  Mengidap kanker sumsum tulang (leukemia) atau anemia aplastik, yaitu kondisi saat sumsum tulang tidak memproduksi cukup sel darah.
§  Penyakit asam lambung akibat refluks atau naiknya asam lambung dari perut ke tenggorokan.
§  Iritasi yang disebabkan alkohol atau rokok.
§  Mengidap penyakit Kawasaki yang umumnya menyerang balita.
§  Peradangan pada lapisan mulut yang dapat disebabkan kemoterapi atau radioterapi.

Pengobatan Sakit Tenggorokan   
Umumnya sakit tenggorokan dapat sembuh dalam kurang dari satu minggu. Beberapa tips dan obat-obatan dapat membantu memperingan gejala yang Anda alami.

Pertolongan pertama mengobati sakit tenggorokan
Anda disarankan melakukan beberapa hal berikut jika sedang terkena sakit tenggorokan:
§ Konsumsi minuman hangat dan makanan yang lunak.
§  Hindari merokok atau menghirup asap rokok.
§  Berkumurlah dengan air garam atau obat kumur antiseptik untuk mengurangi rasa sakit.
§  Jika sakit tenggorokan Anda disertai demam, konsumsi cukup air minum.
§  Pasien dewasa dapat mengisap es batu atau permen pelega tenggorokan.
§  Hindari makanan dan minuman yang terlalu panas atau terlalu dingin karena keduanya dapat menyebabkan iritasi.

Mengonsumsi obat-obatan pereda rasa sakit
Analgesik atau obat-obatan seperti ibuprofen dan parasetamol umumnya disarankan untuk menangani sakit tenggorokan, terutama jika disertai demam. Berikut ini adalah panduan untuk mengonsumsinya:
§ Selalu baca petunjuk penggunaan obat agar tidak kelebihan dosis.
§ Hindari aspirin dan ibuprofen jika Anda mengalami atau pernah mengalami sakit ginjal atau hati, serta masalah perut seperti tukak atau radang dinding lambung.
§  Aspirin tidak boleh dikonsumsi anak berusia di bawah 16 tahun.

Penggunaan antibiotik
Berikut ini adalah alasan kenapa antibiotik tidak disarankan diberikan untuk menangani sakit tenggorokan:
§ Menggunakan terlalu banyak antibiotik untuk menangani penyakit sederhana dapat mengakibatkan penggunaannya menjadi tidak efektif saat menangani penyakit berbahaya dimasa yang akan datang.
§  Umumnya sakit tenggorokan lebih sering disebabkan oleh virus dibandingkan oleh bakteri jadi antibiotik tidak akan mempan melawan virus.
§  Bahkan jika sakit tenggorokan yang Anda derita disebabkan oleh bakteri, dampak antibiotik terhadap penyakit ini sangat sedikit. Sebaliknya justru dapat menimbulkan efek samping yang merugikan.
Akan tetapi pada situasi tertentu, dokter tetap meresepkan antibiotik, yaitu:
§  Pada pengidap gangguan katup jantung.
§  Sakit tenggorokan Anda benar-benar parah dan tidak tertahankan.
§  Saat Anda sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu seperti carbimazole untuk menangani kelainan kelenjar tiroid. Obat-obatan semacam ini bisa memperlemah sistem kekebalan tubuh.
§  Saat sistem kekebalan Anda melemah karena gagal ginjal atau diabetes, sehingga Anda berisiko mengidap infeksi serius.
§  Berulang kali mengidap infeksi akibat bakteri streptokokus kelompok A.
§  Anda punya riwayat pernah mengidap demam rematik, yaitu kondisi yang menyebabkan peradangan yang menyebar ke seluruh tubuh.

Bedah tonsilektomi
Prosedur ini dilakukan jika seorang anak mengalami infeksi amandel/tonsil  berulang kali. Tonsilektomi dijalankan dengan mengangkat kedua amandel.

Kondisi Darurat
Sakit tenggorokan umumnya dapat ditangani di rumah, tapi Anda perlu berobat ke dokter secepatnya jika sakit tenggorokan Anda disertai gejala-gejala berikut ini:

§  Air liur mengalir tidak terkendali.
§  Mengi.
§  Susah bernapas, menelan, atau bicara.
§  Disfagia atau kesulitan menelan makanan dan minuman.
§  Suara nyaris tidak terdengar.
§  Ruam-ruam.
§  Nyeri pada sendi.
§  Darah pada air liur.
§  Benjolan pada leher.
§  Sakit pada telinga.

Gejala Penyakit yang Lebih Serius
Terdapat kemungkinan bahwa sakit tenggorokan Anda dapat menjadi gejala penyakit yang lebih serius.
Konsultasikan kepada dokter jika Anda mengalami sakit tenggorokan yang tidak mereda hingga lebih dari 3 minggu. Berikut ini adalah beberapa penyakit yang mungkin dialami:

Kanker
Sakit tenggorokan yang bersifat menetap atau tidak kunjung sembuh dapat menjadi gejala dari beberapa jenis kanker, seperti kanker tenggorokan. Jenis kanker ini umumnya menyerang orang berusia lebih dari 50 tahun.

Penyakit demam kelenjar
Demam kelenjar yang juga sering disebut infeksi monokleosis ini sering menyerang remaja dan dewasa muda berusia 15 hingga 30 tahun. Infeksi virus dengan gejala sakit tenggorokan ini dapat berlangsung hingga 6 minggu.

Apa Saja Cara Mencegah Sakit Tenggorokan?
Umumnya sakit tenggorokan sulit dicegah karena disebabkan oleh infeksi virus dan bakteri. Hal-hal berikut ini dapat mengurangi risiko infeksi:

§ Berhenti merokok dapat memperkuat kekebalan tubuh Anda dan mengurangi risiko iritasi pada tenggorokan.
§ Selalu cuci tangan dengan teratur, terutama setelah menggunakan fasilitas umum. Selalu bawa cairan antiseptik jika Anda jauh dari jangkauan keran air.
§ Bersihkan barang-barang yang sering digunakan bersama di rumah atau tempat kerja, seperti gagang telepon, gagang pintu, pengendali TV.
§  Hindari berbagi-bagi makanan, minuman, serta peralatan makan dan minum.
§ Kenakan masker saat berkendaraan dan ketika berada di tempat-tempat umum yang penuh dengan         kerumunan orang seperti dalam bus dan kereta. Masker juga sebaiknya dikenakan saat sedang bersih-         bersih.
§  Hindari asap rokok. (alo dokter/*) baca juga:     Sakit Tenggorokan dan Bagaimana Gejalanya

Lebih baru Lebih lama