Madura Aktual; Terkait kasus pembakaran musholla di Tolikara, Papua , Menteri Agama Lukman Hakim Saefudin berharap kasus pembakaran mushola diusut tuntas dan diproses secara hukum.
"Saya berharap kasus Tolikara, Papua, bisa diusut tuntas dan diproses hukum agar tak menjadi preseden buruk di kemudian hari," ujar Menteri Lukman dalam akun twitternya, @lukmansaefudin, sesaat lalu (Jumat, 17/7).
Sementara Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor, Nusron Wahid, mengecam keras aksi pembakaran mushola ketika jamaah di dalamnya bersiap takbir Sholat Idul Fitri 1436 Hijriyah,
"Kebebasan beragama dan menjalankan ibadah dijamin oleh konstitusi negara ini. Siapapun dan atas nama apapun tidak boleh ada yang mengganggu, apalagi sampai membakar tempat ibadah," kata Nusro
"Polisi harus mengusut tuntas aksi tersebut agar tidak melebar ke konflik dan kerusuhan yang mengatasnamakan agama," kata dia.
Sedang Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto mengaku prihatin dengan tragedi pembakaran tempat ibadah umat Islam di Tolikara, Papua,
Menurutnya, peristiwa tersebut telah mencoreng toleransi antarumat beragama di Indonesia. Seharusnya, pada momentum Idul Fitri kali, ini masyarakat dapat merayakan kemenangan dengan damai.
"Saya prihatin kalau benar itu terjadi. Karena ini Lebaran harusnya negara aman, damai dan tidak berkonflik," ujar Prabowo
Seperti diketahui, sekelompok orang tak dikenal melakukan pembakaran mushola di Tolikara ketika jamaah di dalamnya bersiap Sholat Idul Fitri. Atas kejadian itu, warga yang hendak melakukan shalat ied di Lapangan Koramil Tolikara terpaksa membubarkan diri karena takut menjadi sasaran amuk massa
Selain mushola beberapa kios dan rumah warga juga dibakar oleh pelaku tak bertanggung jawab tersebut. (*)
Tags:
Fokus
