Madura Aktual, Bangkalan; Peralatan pertanian merupakan salah satu kebutuhan pokok bagi petani untuk meningkatkan produksi pertanian. Namun bagi petani yang tergabung kelompok tani (poktan) Sekartanjung Kelurahan Tonjung Burneh, Bangkalan, Jawa Timur, justru sebaliknya.
Mereka kecewa lantaran alat pertanian dari hibah APBD Pemprov Jatim tahun anggaran 2014 ini tidak bisa digunakan lagi karena rusak. Mesin panen padi bermerk Zaaga BN 120 AT Kubota ternyata cepat rusak.
Hal ini ditemukan saat Dandim 0829 Bangkalan Letkol Inf. Sunardi Istanto didampingi Kepala Dispertanak Kabupaten Bangkalan, Abdul Razak hendak melihat langsung mesin pemotong padi tersebut.
“Cuma baru satu kali pakai, bantuan hibah pemotong padi ini sudah rusak dan tidak bisa digunakan lagi pak,”ujar salah satu anggota Poktan Sekar Tanjung, Joni Irianto, Jumat (10/7/2015).
Disebutkannya, kerusakan mesin terjadinya rantai putus dan tidak bisa diperbaiki di sembarang bengkel. Tapi hanya bisa diperbaiki mekanik khusus dari pembuat mesin pemotong padi tersebut.
Lebih parah lagi, tambahnya, untuk perbaikan mesin tidak bisa langsung dikerjakan, pihaknya harus menunggu sampai mekanis datang. “Kami harus sabar dan rela antri menunggu giliran diperbaiki dari mekanis. Yang rencananya didatangkan secara khusus dari Pemprop Jatim,” jelas Joni.
Sementara Sunardi Istanto berharap, mesin pemotong padi itu bisa secepatnya diperbaiki. “Mudah – mudahan secepatnya mesin pemotong padi ini bisa diperbaiki, agar tidak sampai mengganggu saat petani panen padi nanti,” harapnya. (*/foto:maduracorner.com)
Mereka kecewa lantaran alat pertanian dari hibah APBD Pemprov Jatim tahun anggaran 2014 ini tidak bisa digunakan lagi karena rusak. Mesin panen padi bermerk Zaaga BN 120 AT Kubota ternyata cepat rusak.
Hal ini ditemukan saat Dandim 0829 Bangkalan Letkol Inf. Sunardi Istanto didampingi Kepala Dispertanak Kabupaten Bangkalan, Abdul Razak hendak melihat langsung mesin pemotong padi tersebut.
“Cuma baru satu kali pakai, bantuan hibah pemotong padi ini sudah rusak dan tidak bisa digunakan lagi pak,”ujar salah satu anggota Poktan Sekar Tanjung, Joni Irianto, Jumat (10/7/2015).
Disebutkannya, kerusakan mesin terjadinya rantai putus dan tidak bisa diperbaiki di sembarang bengkel. Tapi hanya bisa diperbaiki mekanik khusus dari pembuat mesin pemotong padi tersebut.
Lebih parah lagi, tambahnya, untuk perbaikan mesin tidak bisa langsung dikerjakan, pihaknya harus menunggu sampai mekanis datang. “Kami harus sabar dan rela antri menunggu giliran diperbaiki dari mekanis. Yang rencananya didatangkan secara khusus dari Pemprop Jatim,” jelas Joni.
Sementara Sunardi Istanto berharap, mesin pemotong padi itu bisa secepatnya diperbaiki. “Mudah – mudahan secepatnya mesin pemotong padi ini bisa diperbaiki, agar tidak sampai mengganggu saat petani panen padi nanti,” harapnya. (*/foto:maduracorner.com)
Tags:
Bangkalan
