Menjelang hari raya, pada umumnya sebagian besar karyawan memperoleh Tunjangan Hari Raya (THR) setidaknya 10 hari sebelum hari raya tiba. Dengan diterimanya bonus tersebut, yang diiringi maraknya berbagai penawaran menarik dari toko-toko ataupun pusat perbelanjaan, terkadang hal tersebut sangat menggoda dan tanpa disadari membuat kita cenderung lebih konsumtif.
Seakan diluar kendali, kesadaran kita akan dana lebih yang kita miliki saat itu, di satu sisi membuat mata kita semakin terbuka untuk berbelanja berbagai hal yang sebenarnya belum tentu benar-benar kita butuhkan, dan di sisi lain membuat mata kita semakin tertutup akan kondisi keungan yang harus kita hadapi seusai Lebaran.
Padahal jika kita pikirkan secara seksama, maka sebenarnya pengeluaran kita sudah mulai meningkat dimulai dari saat bulan puasa. Pada saat berpuasa, umumnya justru terjadi pembengkakan biaya dari segi kebutuhan pangan. Keinginan kita untuk mencicipi beragam menu khusus saat berbuka ataupun menghadiri berbagai acara buka puasa bersama menuntut pengeluaran yang lebih dari biasanya.
Untuk menyikapi hal-hal tersebut, maka kita harus lebih bijak dalam mengatur keuangan. Karena pendapatan dan keutuhan setiap orang dapat berbeda, maka sesuaikanlah gaya hidup kita dengan pendapatan yang kita miliki. Pertimbangkan matang-matang segala pengeluaran kita berdasarkan skala prioritas, agar tidak lebih besar pasak daripada tiang, yang pada akhirnya justru menjerumuskan kita dalam kondisi yang serba kekurangan.
Berikut ini adalah kiat bijak mengatur keuangan menjelang Lebaran, yang dapat disesuaikan dengan tujuannya masing-masing agar kondisi keungan tetap terjaga seusai lebaran :
1. Pisahkan Gaji dengan THR
Saat menjelang hari raya Lebaran, umumnya kita menerima gaji hingga dua kali lipat. Yaitu gaji pokok bulanan dan THR (senilai hingga satu kali gaji). Pisahkanlah antara gaji dengan THR.
Gunakanlah gaji pokok untuk membiayai berbagai kebutuhan dan rutinitas bulanan seperti biasa. Karena sudah terencana dengan baik setiap bulannya, maka kita dapat dengan lebih mudah mengelolanya.
Lalu prioritaskan THR untuk membayarkan kewajiban dan pengeluaran ekstra saat merayakan Lebaran. Kewajiban antara lain dapat berupa :
- Kewajiban Membayar Zakat
Perhitungkan dana zakat bagi Anda dan keluarga. Zakat adalah hal utama yang disisihkan ketika Anda mendapatkan THR. Karena THR adalah penghasilan tahunan, maka jika telah mencapai nisab (jumlah wajib zakat), hitung dan keluarkan Zakatnya. Namun jika Anda terbiasa mengeluarkan zakat tiap bulan, maka zakat dari THR akan lebih besar.
Anda dapat menghubungi berbagai lembaga Zakat untuk mengetahui apakah penghasilan Anda telah terkena kewajiban zakat.
- Kewajiban Membayar THR
Selain menerima THR, Anda juga memiliki kewajiban untuk membayar THR kepada orang-orang yang bekerja untuk Anda, seperti pembantu rumah tangga, supir pribadi ataupun secara sukarela kepada orang-orang lain yang memiliki jabatan di tingkat dasar atau berpendapatan rendah di tempat Anda bekerja seperti OB (Office Boy).
2. Sisihkan Dana Untuk Pembayaran Wajib
Selain membayar iuran wajib bulanan seperti listrik atau air, barangkali Anda memiliki cicilan seperti Kredit Pemilikan Rumah (KPR) atau Kredit Kendaraan Bermotor (KKB).
Untuk memudahkan Anda mengatur keuangan, tetaplah pada jalurnya dan gunakan gaji pokok untuk membiayai cicilan tersebut seperti yang telah direncanakan sebelumnya.
Usahakanlah untuk mengutamakan hal ini, karena kelalaian dalam membayar cicilan dapat menjerat Anda dengan beban bunga yang besar. (bersambung ...)
Seakan diluar kendali, kesadaran kita akan dana lebih yang kita miliki saat itu, di satu sisi membuat mata kita semakin terbuka untuk berbelanja berbagai hal yang sebenarnya belum tentu benar-benar kita butuhkan, dan di sisi lain membuat mata kita semakin tertutup akan kondisi keungan yang harus kita hadapi seusai Lebaran.
Padahal jika kita pikirkan secara seksama, maka sebenarnya pengeluaran kita sudah mulai meningkat dimulai dari saat bulan puasa. Pada saat berpuasa, umumnya justru terjadi pembengkakan biaya dari segi kebutuhan pangan. Keinginan kita untuk mencicipi beragam menu khusus saat berbuka ataupun menghadiri berbagai acara buka puasa bersama menuntut pengeluaran yang lebih dari biasanya.
Untuk menyikapi hal-hal tersebut, maka kita harus lebih bijak dalam mengatur keuangan. Karena pendapatan dan keutuhan setiap orang dapat berbeda, maka sesuaikanlah gaya hidup kita dengan pendapatan yang kita miliki. Pertimbangkan matang-matang segala pengeluaran kita berdasarkan skala prioritas, agar tidak lebih besar pasak daripada tiang, yang pada akhirnya justru menjerumuskan kita dalam kondisi yang serba kekurangan.
Berikut ini adalah kiat bijak mengatur keuangan menjelang Lebaran, yang dapat disesuaikan dengan tujuannya masing-masing agar kondisi keungan tetap terjaga seusai lebaran :
1. Pisahkan Gaji dengan THR
Saat menjelang hari raya Lebaran, umumnya kita menerima gaji hingga dua kali lipat. Yaitu gaji pokok bulanan dan THR (senilai hingga satu kali gaji). Pisahkanlah antara gaji dengan THR.
Gunakanlah gaji pokok untuk membiayai berbagai kebutuhan dan rutinitas bulanan seperti biasa. Karena sudah terencana dengan baik setiap bulannya, maka kita dapat dengan lebih mudah mengelolanya.
Lalu prioritaskan THR untuk membayarkan kewajiban dan pengeluaran ekstra saat merayakan Lebaran. Kewajiban antara lain dapat berupa :
- Kewajiban Membayar Zakat
Perhitungkan dana zakat bagi Anda dan keluarga. Zakat adalah hal utama yang disisihkan ketika Anda mendapatkan THR. Karena THR adalah penghasilan tahunan, maka jika telah mencapai nisab (jumlah wajib zakat), hitung dan keluarkan Zakatnya. Namun jika Anda terbiasa mengeluarkan zakat tiap bulan, maka zakat dari THR akan lebih besar.
Anda dapat menghubungi berbagai lembaga Zakat untuk mengetahui apakah penghasilan Anda telah terkena kewajiban zakat.
- Kewajiban Membayar THR
Selain menerima THR, Anda juga memiliki kewajiban untuk membayar THR kepada orang-orang yang bekerja untuk Anda, seperti pembantu rumah tangga, supir pribadi ataupun secara sukarela kepada orang-orang lain yang memiliki jabatan di tingkat dasar atau berpendapatan rendah di tempat Anda bekerja seperti OB (Office Boy).
2. Sisihkan Dana Untuk Pembayaran Wajib
Selain membayar iuran wajib bulanan seperti listrik atau air, barangkali Anda memiliki cicilan seperti Kredit Pemilikan Rumah (KPR) atau Kredit Kendaraan Bermotor (KKB).
Untuk memudahkan Anda mengatur keuangan, tetaplah pada jalurnya dan gunakan gaji pokok untuk membiayai cicilan tersebut seperti yang telah direncanakan sebelumnya.
Usahakanlah untuk mengutamakan hal ini, karena kelalaian dalam membayar cicilan dapat menjerat Anda dengan beban bunga yang besar. (bersambung ...)
Tags:
Kiat
