![]() |
| Ruang kelas yang terbakar (bus) |
Madura Aktual, Sumenep; Ruang Kelas SDN Pajagalan II Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur terbakar. Kebakaran sekolah favorit ini diduga diakibatkan petasan yang melesat kemudian masuk ruas kelas melalui jendela, Minggu (12/07/2015)
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 23.30 WIB yang mengakibatkan sejumlah buku dan perabot dalam kelas III A ikut terbakar. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, karena petugas pemadam kebakaran segera tiba di lokasi.
“Bisa jadi ada anak menyulut petasan mengarah di ruang kelas melewati jendela atau lubang angin-angin, apalagi jenis sreng dan mengarah ke sekolahan”, kata Narto salah seorang yang melihat kejadian terebut saat terjadi kebakaran.
Sementara, Kepala UPD Pendidikan Kota, Edi Suprapto membenarkan peristiwa tersebut. Namun, dia mengaku tidak mengetahui penyebab terjadinya kebakaran tersebut. Sebab, ketika tiba di lokasi, kobaran api sudahj padam.
“Kerugian masih belum diketahui. Kita masih mendatanya. Katanya terjadinya kebakaran ini akibat petasan yang masuk ke ruang kelas. Cuma, pastinya saya belum tahu,” jelas Edi.
Edi juga mengaku masih belum melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian. “Nanti biar kepala sekolahnya saja yang melaporkan,” tukasnya. (*/san)
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 23.30 WIB yang mengakibatkan sejumlah buku dan perabot dalam kelas III A ikut terbakar. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, karena petugas pemadam kebakaran segera tiba di lokasi.
“Bisa jadi ada anak menyulut petasan mengarah di ruang kelas melewati jendela atau lubang angin-angin, apalagi jenis sreng dan mengarah ke sekolahan”, kata Narto salah seorang yang melihat kejadian terebut saat terjadi kebakaran.
Sementara, Kepala UPD Pendidikan Kota, Edi Suprapto membenarkan peristiwa tersebut. Namun, dia mengaku tidak mengetahui penyebab terjadinya kebakaran tersebut. Sebab, ketika tiba di lokasi, kobaran api sudahj padam.
“Kerugian masih belum diketahui. Kita masih mendatanya. Katanya terjadinya kebakaran ini akibat petasan yang masuk ke ruang kelas. Cuma, pastinya saya belum tahu,” jelas Edi.
Edi juga mengaku masih belum melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian. “Nanti biar kepala sekolahnya saja yang melaporkan,” tukasnya. (*/san)
Tags:
Sumenep
