| SMAN 1 Kalianget, Budi Hartono (insert) |
Madura Aktual, Sumenep; Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) I Kalinget, Sumenep, Jawa Timur, merupakan sekolah yang cukup diperhitungkan dalam sekolah setingkat di wilayah bagian timur Pulau Madura ini.
Pasalnya, sekolah yang terletak di sebelah timur kota Sumenep ini selalu menjadi tujuan para orang tua untuk mempercayakan pendidikan para putra-putrinya. Hal itu karena program pendidikan yang dicanangkan menanjikan pendidikan plus dan kualitas guru yang profesional.
“Animo masyarakat untuk menyekolahkan anaknya cukup tinggi di SMA Negeri I Kalianget,” ujar Budi Hartono, Kepala Sekolah SMA I Kalianget, saat dihubungi Madura Aktual beberapa waktyu lalu..
Menurut Budi, dari data yang ada pada awal tahun ajaran kemarin pihaknya tidak bisa menampung anak sekitar 3 kelas. Namun ia berharap tahun ini bisa mendapatkan tambahan pagu untuk kelas 1 dan juga sarana ruang kelas baru plus ruang laboratorium.
“Tambahan pagu dan ruang kelas baru bagi kami sangatlah penting untuk menampung para peserta didik yang tidak tertampung dan untuk ruang laboratorium supaya aspek psikomotoriknya juga terasah. Laboratorium kami cuma 1 dan itu kurang memadai untuk praktek, ” jelasnya.
Dikatakan pula, animo masyarakat yang demikian tinggi karena program pendidikan yang dicanangkan telah membawa prestasi yang tidak sedikit. Hal itu dapat dibuktikan dengan tropy yang terpajang di ruang tamu demikian banyak.
“Prestasi yang kami raih cukup membanggakan baik prestasi akademik maupun non akademik. Yang sangat membanggakan,” ungkap Budi
Disebutkannya, prestasi akademik juara I O2SN bidang kimia, dan non akademik pada tahun 2015 menyabet juara I turnamen Volly antar SMA dan dalam bidang seni juara I festifal film Indies dengan menyabet sutradara terbaik, sinematografi terbaik dan film favorit.
“Mendatang kami fokus pada prestasi non akademik tetapi tidak melupakan prestasi akademik,” ujarnya.
Kepala Sekolah yang baru tiga bulan memegang tampuk kepemimpinan di SMA I Kalianget itu mengatakan sekolahnya yang menanamkan visi sekolah, “Cerdas, Trampil, Berbudi Pekerti Luhur dan Berwawasan Lingkungan.”
“Implementasi dari visi tersebut langsung diintegralkan dalam proses pembelajaran baik dalam kegiatan intra kurikuler maupun ekstra kurikuler,” jelasnya lagi.
Menurutnya merubah perilaku karakter anak akan memberikan dampak positif, dengan perilaku positif maka dalam diri anak akan tumbuh kesadaran diri yang nantinya berdampak pada aspek akademik.
“Obsesi saya kedepan adalah sekolah ini bisa menjadi sekolah adiwiyata, karena saya yakin dalam proses menuju sekolah adiwiyata semua warga sekolah akan merubah perilaku,” katanya.
Kultur adiwiyata sebenarnya sudah tertanam tinggal penataan lingkungan, perubahan minsed para siswa. Nantinya apabila lingkungan sekolah sudah tertata dengan baik, taman-taman tertata indah, bersih dan rindang.
Tentunya tempat yang demikian akan menjadi tempat nyaman untuk belajar, udara bersih, pemandangan indah dan ini akan berdampak pada suasana hati. “Anak-anak akan lebih betah dan merasa nyaman dalam belajar, disamping itu lingkungan akan menjadi sumber belajar bagi anak.”
Selain itu Budi meyatakan bahwa langkah-langkah konkrit untuk meningkatkan mutu pendidikan di SMA I Kalianget telah dilakukan, diantaranya membentuk tim-tim di semua program baik dalam pengembangan prestasi akademik dan non akademik.
Untuk non akademik dalam hal pengembangan potensi bakat dan kreatifitas para siswa tim melakukan seleksi bibit unggul dan pembinaan khusus untuk menghadapi moment tingkat regional maupun nasional.
“Kami berharap apa yang kami programkan nantinya akan membawa anak-anak kita menjadi generasi penerus dengan sumber daya yang berkualitas, bisa bersaing di era global, dan kelak bisa membanggakan serta berguna bagi bangsa dan negara, “ pungkas Budi (Elma)
Pasalnya, sekolah yang terletak di sebelah timur kota Sumenep ini selalu menjadi tujuan para orang tua untuk mempercayakan pendidikan para putra-putrinya. Hal itu karena program pendidikan yang dicanangkan menanjikan pendidikan plus dan kualitas guru yang profesional.
“Animo masyarakat untuk menyekolahkan anaknya cukup tinggi di SMA Negeri I Kalianget,” ujar Budi Hartono, Kepala Sekolah SMA I Kalianget, saat dihubungi Madura Aktual beberapa waktyu lalu..
Menurut Budi, dari data yang ada pada awal tahun ajaran kemarin pihaknya tidak bisa menampung anak sekitar 3 kelas. Namun ia berharap tahun ini bisa mendapatkan tambahan pagu untuk kelas 1 dan juga sarana ruang kelas baru plus ruang laboratorium.
“Tambahan pagu dan ruang kelas baru bagi kami sangatlah penting untuk menampung para peserta didik yang tidak tertampung dan untuk ruang laboratorium supaya aspek psikomotoriknya juga terasah. Laboratorium kami cuma 1 dan itu kurang memadai untuk praktek, ” jelasnya.
Dikatakan pula, animo masyarakat yang demikian tinggi karena program pendidikan yang dicanangkan telah membawa prestasi yang tidak sedikit. Hal itu dapat dibuktikan dengan tropy yang terpajang di ruang tamu demikian banyak.
“Prestasi yang kami raih cukup membanggakan baik prestasi akademik maupun non akademik. Yang sangat membanggakan,” ungkap Budi
Disebutkannya, prestasi akademik juara I O2SN bidang kimia, dan non akademik pada tahun 2015 menyabet juara I turnamen Volly antar SMA dan dalam bidang seni juara I festifal film Indies dengan menyabet sutradara terbaik, sinematografi terbaik dan film favorit.
“Mendatang kami fokus pada prestasi non akademik tetapi tidak melupakan prestasi akademik,” ujarnya.
Kepala Sekolah yang baru tiga bulan memegang tampuk kepemimpinan di SMA I Kalianget itu mengatakan sekolahnya yang menanamkan visi sekolah, “Cerdas, Trampil, Berbudi Pekerti Luhur dan Berwawasan Lingkungan.”
“Implementasi dari visi tersebut langsung diintegralkan dalam proses pembelajaran baik dalam kegiatan intra kurikuler maupun ekstra kurikuler,” jelasnya lagi.
Menurutnya merubah perilaku karakter anak akan memberikan dampak positif, dengan perilaku positif maka dalam diri anak akan tumbuh kesadaran diri yang nantinya berdampak pada aspek akademik.
“Obsesi saya kedepan adalah sekolah ini bisa menjadi sekolah adiwiyata, karena saya yakin dalam proses menuju sekolah adiwiyata semua warga sekolah akan merubah perilaku,” katanya.
Kultur adiwiyata sebenarnya sudah tertanam tinggal penataan lingkungan, perubahan minsed para siswa. Nantinya apabila lingkungan sekolah sudah tertata dengan baik, taman-taman tertata indah, bersih dan rindang.
Tentunya tempat yang demikian akan menjadi tempat nyaman untuk belajar, udara bersih, pemandangan indah dan ini akan berdampak pada suasana hati. “Anak-anak akan lebih betah dan merasa nyaman dalam belajar, disamping itu lingkungan akan menjadi sumber belajar bagi anak.”
Selain itu Budi meyatakan bahwa langkah-langkah konkrit untuk meningkatkan mutu pendidikan di SMA I Kalianget telah dilakukan, diantaranya membentuk tim-tim di semua program baik dalam pengembangan prestasi akademik dan non akademik.
Untuk non akademik dalam hal pengembangan potensi bakat dan kreatifitas para siswa tim melakukan seleksi bibit unggul dan pembinaan khusus untuk menghadapi moment tingkat regional maupun nasional.
“Kami berharap apa yang kami programkan nantinya akan membawa anak-anak kita menjadi generasi penerus dengan sumber daya yang berkualitas, bisa bersaing di era global, dan kelak bisa membanggakan serta berguna bagi bangsa dan negara, “ pungkas Budi (Elma)
Tags:
Ekspose