MA Robin Sumenep, Utamakan Pembentukan Akhlaq Siswa | Suara Terkini dari Madura

MA Robin Sumenep, Utamakan Pembentukan Akhlaq Siswa

Gedung MA Robin Sumenep
Madura Aktual, Sumenep; Sebagai lembaga pendidikan yang berbasis keagamaan, Madrasah Aliyah (MA) Raudhatut Thalibin, (Robin) Kecamatan Kota Sumenep, Jawa Timur, lebih utama memfokuskan  pada pembentukan akhlaq. Hal itu disampaikan Kepala MA Raudlatut Thalibin, Hj. Chairijani saat dihubungi Madura Aktual beberapa waktu lalu

“Yang kedua siswa kami harus berpenampilan sebagai seorang muslim yang ditandai dengan kesederhanaan, kerapian, patuh, dan penuh percaya diri,” kata  Chairijani.

Sedang yang ketiga, tambahnya, memiliki disiplin yang tinggi, haus dan cinta ilmu pengetahuan, keempat; memiliki keberanian, kebebasan dan keterbukaan.

“Kreatif, inovatif dan berpandangan jauh ke depan. Untuk kelima dewasa dalam menyelesaikan persoalan dan yang terakhir unggul dalam hal keilmuan,“ urainya.

Sama halnya dengan sekolah lain, orientasi MA Raudlatut Thalibin mengacu pada kualitas baik secara keilmuan, moral maupun sosial sehingga lulusan MA ini nantinya mempunyai sumberdaya insani yang unggul di bidang iptek dan Imtaq.

Untuk memenuhi keinginan tersebut, pihaknya secara intens berkomunikasi dengan wali siswa,” karena mayoritas siswa-siswi berasal dari luar kota Sumenep yang tingkat apresiasinya terhadap pendidikan masih kurang”.

Namun berkat motivasi yang selalu disampaikan dalam komunikasi yang intens maka lambat laun terjadi perubahan, para orang tua mengijinkan anak-anaknya meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Menurut Chairijani karena mayoritas siswa-siswi berdomosili di pondok dan terikat pada aturan sistem yang ada maka dalam pembentukan karakter menjadi lebih mudah karena dasar dan basic agamanya lebih kuat. Dan itu juga berdampak pada pola belajar siswa, siswa lebih disiplin baik pada saat berada dalam lingkup sekolah maupun luar sekolah.

“Dan bagi siswa yang tidak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang pergurun tinggi kami telah memberikan bekal berupa ketrampilan, seperti membatik, membuat bunga dari bahan daur ulang, kemucing dan ketrampilan lainnya,” terangnya.

Katanya pula, hal ini adalah bekal ketrampilan kemampuan dasar yang nantinya bisa dikembangkan di masyarakatnya ketika mereka lulus.

Bagi yang menyukai IT kami punya Lembaga Kursus dan Pendidikan (LKP), disana anak-anak berlatih desain grafis, fotografi dan lainnya.  Di samping itu LKP juga memberikan bimbingan belajar, baik mata pelajaran eksata maupun sosia.

“Semua program itu dibawah pengawasan dan bimbingan guru-guru yang kompeten dibidangnya dan profesional. Dalam bidang seni kami mempunyai group hadrah dan musik” ungkap  Chairijani.

Menurut Chairijani apa yang dicapai saat ini masihlah belum maksimal karena sarana dan prasarana penunjang pembelajaran masih belum lengkap.

”Kami berharap kedepan fasilitas-fasilitas pembelajaran di sekolah ini lengkap sehingga sekolah ini menghasilkan lulusan-lulusan yang lebih berkualitas seiring dengan perkembangan jaman.” pungkasnya (El)

Lebih baru Lebih lama