Madura Aktual, Sumenep; Makmum (40) Warga Desa Rombiya Timur, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep, ditemukan tewas gantung diri di dapurnya, Rabu (26/08/15).
Korban pertama kali ditemukan oleh Muslimah (35), istrinya, sepulang dari sawah. Saat akan makan siang, ia terkejut mendapati suaminya tergantung di dapur dengan tali menjerat leher. Ia pun langsung berteriak histeris.
"Saat mendengar ada teriakan minta tolong, kami langsung datang berbondong-bondong ke rumah Muslimah. Ternyata suami Muslimah ini didapati sudah tidak bernyawa, gantung diri di dapur," kata salah satu tetangga korban, Yanto (29).
Para tetangga pun langsung bahu membahu menurunkan korban yang menjerat lehernya dengan tali di atap dapur. Sedangkan sebagian warga yang lain melaporkan kejadian tersebut pada aparat desa.
Tidak ada yang tahu pasti apa yang menyebabkan korban nekat mengakhiri hidupnya. Bahkan istrinya sendiri sama sekali tidak menyangka suaminya akan berbuat senekat itu. Karena menurutnya, selama ini tidak pernah ada masalah ataupun pertengkaran hebat di rumah tangganya. Sas sus yang beredar di masyarakat, korban bunuh diri diduga karena stress.
"Saya tidak tahu pasti penyebabnya. Tapi kata orang-orang, korban diduga stress karena panen tembakaunya tidak seperti yang diharapkan," ungkap Yanto.
Sementara Kasubag Humas Polres Sumenep AKP Hasanuddin membenarkan kajadian tersebut. Menurutnya, pasca kejadian, aparat Polsek Ganding langsung ke lokasi dan melakukan oleh tempat kejadian perkara (TKP). "Kami juga telah mengamankan beberapa barang bukti. Salah satunya tali yang digunakan korban untuk gantung diri," terangnya.
Sedangkan tentang motif korban bunuh diri, Hasanuddin mengaku masih dalam penyelidikan aparat kepolisian. "Kami masih meminta keterangan sejumlah saksi," ujarnya. (beritajatim)
Korban pertama kali ditemukan oleh Muslimah (35), istrinya, sepulang dari sawah. Saat akan makan siang, ia terkejut mendapati suaminya tergantung di dapur dengan tali menjerat leher. Ia pun langsung berteriak histeris.
"Saat mendengar ada teriakan minta tolong, kami langsung datang berbondong-bondong ke rumah Muslimah. Ternyata suami Muslimah ini didapati sudah tidak bernyawa, gantung diri di dapur," kata salah satu tetangga korban, Yanto (29).
Para tetangga pun langsung bahu membahu menurunkan korban yang menjerat lehernya dengan tali di atap dapur. Sedangkan sebagian warga yang lain melaporkan kejadian tersebut pada aparat desa.
Tidak ada yang tahu pasti apa yang menyebabkan korban nekat mengakhiri hidupnya. Bahkan istrinya sendiri sama sekali tidak menyangka suaminya akan berbuat senekat itu. Karena menurutnya, selama ini tidak pernah ada masalah ataupun pertengkaran hebat di rumah tangganya. Sas sus yang beredar di masyarakat, korban bunuh diri diduga karena stress.
"Saya tidak tahu pasti penyebabnya. Tapi kata orang-orang, korban diduga stress karena panen tembakaunya tidak seperti yang diharapkan," ungkap Yanto.
Sementara Kasubag Humas Polres Sumenep AKP Hasanuddin membenarkan kajadian tersebut. Menurutnya, pasca kejadian, aparat Polsek Ganding langsung ke lokasi dan melakukan oleh tempat kejadian perkara (TKP). "Kami juga telah mengamankan beberapa barang bukti. Salah satunya tali yang digunakan korban untuk gantung diri," terangnya.
Sedangkan tentang motif korban bunuh diri, Hasanuddin mengaku masih dalam penyelidikan aparat kepolisian. "Kami masih meminta keterangan sejumlah saksi," ujarnya. (beritajatim)
Tags:
Sumenep