Madura Aktual, Pamekasan; Ribuan ummat muslim Madura, khususnya kalangan santri dan
ulama menggelar istighosah mendoakan muslim di Tolikara, Papua yang mendapat
serangan dari kelompok tertentu saat pelaksanaan sholat Idul Fitri lalu dan
mengakibatkan puluhan kios serta sebuah rumah ibadah terbakar.
Istighosah yang digelar oleh Aliansi Ulama Madura (AUM) itu berlangsung
di lapangan pendopo Ronggosukowati, Pamekasan, Jawa Timur, dan dihadiri santri
dan ulama dari sejumlah pondok pesantren di Pamekasan, Sabtu pagi (08/08/2015)
Dalam acara itu, sejumlah ulama Madura meminta umat Islam
menahan diri dan mendukung kinerja aparat keamanan dalam mengusut kasus insiden
yang menimpa umat Islam di Tolikara, Papua tersebut.
"Hati kita memang panas saat mendengar kabar ada saudara kita di Tolikara, Papua, diserang saat menunaikan ibadah Shalat Id, tapi mari kita serahkan penyelesaian kasus ini ke aparat penegak hukum," kata juru bicara AUM, KH Fudlaly M Ruham.
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Fudhalak, Barurambat, Pamekasan, Madura ini mengatakan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harus diutamakan.
Istighossah yang dihadiri ribuan santri dan ulama dari berbagai pondok pesantren di Madura itu, KH Fudlaly menjelaskan Islam adalah agama damai yang mengajarkan cara penyelesaian persoalan secara damai pula.
"Kami berharap agar polisi bisa segera menuntaskan kasus itu dengan menangkap semua pelaku dan aktor intelektual dalam kasus penyerangan umat Islam dan pembakaran masjid di Tolikara," katanya.
Para ulama yang hadir dalam kegiatan istighatsah ini juga menjelaskan kegiatan ini sengaja digelar lebih akhir, karena jika saat peristiwa terjadi, dikhawatirkan akan memicu emosi massa yang bisa menyebabkan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. (san)
"Hati kita memang panas saat mendengar kabar ada saudara kita di Tolikara, Papua, diserang saat menunaikan ibadah Shalat Id, tapi mari kita serahkan penyelesaian kasus ini ke aparat penegak hukum," kata juru bicara AUM, KH Fudlaly M Ruham.
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Fudhalak, Barurambat, Pamekasan, Madura ini mengatakan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harus diutamakan.
Istighossah yang dihadiri ribuan santri dan ulama dari berbagai pondok pesantren di Madura itu, KH Fudlaly menjelaskan Islam adalah agama damai yang mengajarkan cara penyelesaian persoalan secara damai pula.
"Kami berharap agar polisi bisa segera menuntaskan kasus itu dengan menangkap semua pelaku dan aktor intelektual dalam kasus penyerangan umat Islam dan pembakaran masjid di Tolikara," katanya.
Para ulama yang hadir dalam kegiatan istighatsah ini juga menjelaskan kegiatan ini sengaja digelar lebih akhir, karena jika saat peristiwa terjadi, dikhawatirkan akan memicu emosi massa yang bisa menyebabkan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. (san)
Tags:
Pamekasan
