Madura Aktual, Bangkalan; Isnainy Fadjariyah (44) jamaah haji warga perumahan Pangeranan Asri Bangkalan Jawa Timur turut menjadi salah satu korban musibah jatuhnya crane raksasa di Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi beberapa hari yang lalu.
Isnainy tercatat sebagai salah satu tamu jamaah haji tahun 2015 yang berangkat dengan kloter 21 bersama jamah Surabaya pada 30 Agustus waktu lalu melalui embarkasi Surabaya.
Isnainy berangkat bersam suaminya, Suudi (51) dan ibunya R. Kumala Sari (65). Namun hingga saat ini, keluarga korban belum menerima kepastian dari Badan Penyelenggara Haji Indonesia (BPIH). Pihak keluarga mengetahui musibah tersebut hanya dari pemberitaan media elektronik.
“Terus terang saya kecewa karena pihak pemerintah tidak ada yang menghubungi kami hingga saat ini,”sesal Gina Nasrina (18) putri sulung Isnainy seperti dikabarkan maduracorner. Minggu (13/09/2015)
Gina menceritakan, sampai detik ini pihak keluarga hanya bisa menghubungi Su’udi saja. Namun demikian, sang bapak juga belum menngetahui secara pasti kondisi ibunya.
“Bapak dan ibu saya terpisah waktu kejadian. Saya sudah hubungi bapak, tapi bapak belum bisa masuk ke tempat ibu saya dirawat. Kata bapak ibu baik-baik saja,” jelasnya.
Pada saat insiden itu terjadi, kata Gina kedua orang tuanya dan neneknya sedang berada di lantai dua masjidil haram. Mereka berusaha menyelamatkan diri dari reruntuhan bangunan akibat tertimpa crane yang jatuh.
“Kami berharap pemerintah segera memberikan kabar atas kondisi adik saya. Kami tentu saja khawatir karena tidak mendapatkan kabar yang jelas,”imbuh Astutik, saudara kandung Isnainy kepada maduracorner.com saat ditemui di rumahnya di Jalan Letnan Singosastro nomor 1 C, Kelurahan Kraton, Kecamatan Kota Bangkalan. (*)
Isnainy tercatat sebagai salah satu tamu jamaah haji tahun 2015 yang berangkat dengan kloter 21 bersama jamah Surabaya pada 30 Agustus waktu lalu melalui embarkasi Surabaya.
Isnainy berangkat bersam suaminya, Suudi (51) dan ibunya R. Kumala Sari (65). Namun hingga saat ini, keluarga korban belum menerima kepastian dari Badan Penyelenggara Haji Indonesia (BPIH). Pihak keluarga mengetahui musibah tersebut hanya dari pemberitaan media elektronik.
“Terus terang saya kecewa karena pihak pemerintah tidak ada yang menghubungi kami hingga saat ini,”sesal Gina Nasrina (18) putri sulung Isnainy seperti dikabarkan maduracorner. Minggu (13/09/2015)
Gina menceritakan, sampai detik ini pihak keluarga hanya bisa menghubungi Su’udi saja. Namun demikian, sang bapak juga belum menngetahui secara pasti kondisi ibunya.
“Bapak dan ibu saya terpisah waktu kejadian. Saya sudah hubungi bapak, tapi bapak belum bisa masuk ke tempat ibu saya dirawat. Kata bapak ibu baik-baik saja,” jelasnya.
Pada saat insiden itu terjadi, kata Gina kedua orang tuanya dan neneknya sedang berada di lantai dua masjidil haram. Mereka berusaha menyelamatkan diri dari reruntuhan bangunan akibat tertimpa crane yang jatuh.
“Kami berharap pemerintah segera memberikan kabar atas kondisi adik saya. Kami tentu saja khawatir karena tidak mendapatkan kabar yang jelas,”imbuh Astutik, saudara kandung Isnainy kepada maduracorner.com saat ditemui di rumahnya di Jalan Letnan Singosastro nomor 1 C, Kelurahan Kraton, Kecamatan Kota Bangkalan. (*)
Tags:
Bangkalan
