Peringati Hari Tani, FBI Tuntut Kadispertanak Bangkalan Mundur dari Jabatan | Suara Terkini dari Madura

Peringati Hari Tani, FBI Tuntut Kadispertanak Bangkalan Mundur dari Jabatan

Madura Aktaul, Bangkalan; Peringati Hari Tani Nasional ke 55, hari ini, Senin (21/09/2015) puluhan aktifis yang tergabung dalam Fraksi Bangkalan Independent (FBI) menggelar aksi demo di halaman gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Bangkalan, Madura, Jawa Timur.

Massa FBI yang juga merupakan gabungan elemen mahasiswa dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Bangkalan dan sejumlah perwakilan petani serta peternak mengecam anggota DPRD dianggap gagal melakukan fungsi kontrolnya.

Menurut mereka banyak terdapat kebijakan eksikutif yang tidak berpihak pada petani. Mereka juga menuntut, agar legislatif segera menyusun anggaran yang berpihak pada petani. melalui berbagai program yang mensejahterakan rakyat.

“Karena ingatlah, kalian (anggota dewan) bisa duduk di kursi empuk karena suara kami. Suara rakyat!”,teriak salah satu korlap aksi dalam orasinya.

Usai berorasi dan ditemui sejumlah anggota dewan, massa kemudian bergerak menuju kantor Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak) Kabupaten Bangkalan. Dalam oranya mereka juga menuntut Kadispertanak untuk mundur diri dari jabatannya.

“Kami minta agar Kadis Pertanak turun dari jabatannya sebelum kami turunkan dengan paksa. Sebab kinerjanya sangat lemah menyangkut perkembangan pertanian dan peternakan selama ini”, teriaknya salah seorang aktifis , Dedy Syahroni dalam orasinya.

Selain tuntutan mundur, massa juga mendesak Dispertanak mengakomodir kebutuhan peternak dan petani yang berkaitan dengan alat pertanian modern.

“Kami meminta segera, Dispertanak memaksimalkan peran dan fungsinya dalam mengayomi peternakan di Bangkalan dan membuat sistim pemetaan bantuan terhadap poktan sehingga tidak ada lagi ungkapan bantuan pertanian tidak sampai kepada petani,” desaknya.

Sementara Kepala Dispertanak Bangkalan, Abd Razak  menyetujui tuntutan massa. Termasuk tuntutan agar dirinya mengundurkan diri dan mencarikan penggantinya.

“Silahkan saudara – saudara melapor kepada bapak Bupati Bangkalan.  Kami hanya sebatas melaksanakan tugas,” tantang Abd. Razak.(mak)

Lebih baru Lebih lama