Madura Aktual, Pamekasan; Pasca kebaran sekitar 150 kios pasal Kolpajung, Pamekasan,
Madura, Jawa Timur, tampak tumpukan material dan katu-katu yang menjadi arang,
kerap memunculkan pijaran yang masih menyala
Hingga sekitar 5 jam sejak api melahap ratusan kios di
kompleks palawija terbesar di Pamekasan, yaitu pukul 03:00 WIB hingga saat ini,
kebakaran belum bisa dipadamkan total
13 unit mobil pemadam kebakaran (damkar) diterjunkan ke lokasi untuk menaklukkan kobaran api yang cukup dahsyat, namun akhirnya jilatan lidah api dapat diatasi.
13 unit mobil pemadam kebakaran (damkar) diterjunkan ke lokasi untuk menaklukkan kobaran api yang cukup dahsyat, namun akhirnya jilatan lidah api dapat diatasi.
"Saat ini apinya masih ada, yang di tengah sulit
dipadamkan. Karena terdapat tumpukan material yang runtuh," kata Budi
Cahyono, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan.
Meski telah dinyatakan api telah padam, namun petugas BPBD tetap berusaha untuk memadamkan api hingga benar-benar tidak lagi mengeluarkan asap dari berbagai titik yang terkena dampak kebakaran.
Meski telah dinyatakan api telah padam, namun petugas BPBD tetap berusaha untuk memadamkan api hingga benar-benar tidak lagi mengeluarkan asap dari berbagai titik yang terkena dampak kebakaran.
"Saat ini masih berasap, ini tanda bila api belum
sepenuhnya padam," ungkapnya.
Sejumlah petugas gabungan dari berbagai instansi di Pamekasan, bahu membahu memadamkan api yang melahap ratusan kios di kompleks Pasar Kolpajung. Bahkan hingga saat ini asap tebal masih memenuhi area pasar.
Sementara, petugas kepolisian juga sudah mulai memasang police line atau garis polisi, sebagai tanda larangan melintas. Sebab sejumlah warga, khususnya para pemilik kios berusaha menyelamatkan sejumlah barang yang selamat dari musibah kebakaran. [*]
Sejumlah petugas gabungan dari berbagai instansi di Pamekasan, bahu membahu memadamkan api yang melahap ratusan kios di kompleks Pasar Kolpajung. Bahkan hingga saat ini asap tebal masih memenuhi area pasar.
Sementara, petugas kepolisian juga sudah mulai memasang police line atau garis polisi, sebagai tanda larangan melintas. Sebab sejumlah warga, khususnya para pemilik kios berusaha menyelamatkan sejumlah barang yang selamat dari musibah kebakaran. [*]
Tags:
Pamekasan
