Akibat Mutasi Guru, KBM di Kepulauan Berjalan Lamban | Suara Terkini dari Madura

Akibat Mutasi Guru, KBM di Kepulauan Berjalan Lamban

Madura Aktual, Sumenep; Kesetaraan pendidikan antara daratan dan daerah kepulauan di Sumenep dinilai masih jomblang. Hal itu terbukti, fasilitas dan tenaga pendidikan di daerah kepulauan masih jauh dibandingkan dengan di daratan.

Kondisi tersebut tidak dipungkiri oleh Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep (DPKS). Sekretaris DPKS Mohammad Suhaidi menjelaskan, pihaknya beberapa waktu lalu turun ke daerah kepulauan untuk memantau potret kondisi pendidikan.

“Ikhtiar kami di dewan pendidikan, adalah untuk menyeimbangkan pendidikan daratan dan kepulauan yang selama ini masih jomblang. Bahkan beberapa waktu lalu, kami datang ke kepulauan untuk mengetahui secara langsung kondisi pendidikan. Setelah dari kepulauan, kami menemukan banyak persoalan dan sekaligus rekomendasi kepada Bupati Sumenep,” jelasnya.

Persoalan pendidikan di kepulauan yang sangat nampak, diantaranya guru PNS yang bertugas di kepulauan malas mengajar, meskipun mengajar namun dengan sistem oplosan atau menggunkan tenaga guru suka relawan  (sukwan).

Di samping itu, keterbatasan guru PNS menjadi masalah tersendiri terhadap kondisi pendidikan di kepulauan. Hal itu diduga dipengaruhi mutasi yang tidak berbasis data dan analisisi kebutuhan guru antar sekolah.

“Kondisi tersebut diperparah, karena lemahnya pengawasan pihak terkait terhadap kinerja guru PNS. Termasuk juga banyak lembaga pendidikan yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku, lalu banyaknya lembaga pendidikan yang tidak terkontrol, melahirkan proses pendidikan yang tidak sehat, contohnya jual beli murid dan saling fitnah antar sekolah,” paparnya.

Persoalan pendidikan di kepulauan, ditambah dengan keterbatasan sarana dan prasarana pembelajaran, seperti gedung sekolah yang tidak representatif. Bahkan perpustakaan yang seharusnya menjadi kebutuhan, banyak yang tidak memadai. Ditambah dengan persoalan sengketa tanah lembaga pendidikan di kepulauan belum dituntaskan.

“Oleh karenanya, dengan  berbagai persoalan pendidikan di kepulauan, membuat proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tidak berjalan dengan baik dan tidak bermutu dan nampak terlihat kejomblangan pendidikan daratan dan kepulauan,” tukasnya.

Untuk itu, lanjut Suhaidi, sanksi tegas yang menimbulkan efek jera kepada guru PNS yang nakal dengan menyuruh orang lain (guru sukean) menunaikan tugasnya. Untuk mengantisiasi nakalnya guru, perlu secepatnya menerapkan absensi online.

“Menurut kami, sangat dibutuhkan tim pemantau pendidikan yang secara independen guna mengawal peningkatan mutu pendidikan di kepulauan. Dalam hal sarana dan prasana, yang harus diprioritaskan kepulauan, baik melalui APBD maupun DAK. Termasuk fasilitas perpustakaan, listrik dan air,” pungkasnya. (korankabar)


Lebih baru Lebih lama