![]() |
| Mohammad Zakir |
Madura Aktual, Pamekasan; Terminal Kargo atau terminal barang di Pamekasan, Madura, Jawa Timur agar segera dioperasikan, Terminal yang berlokasi di Jl Raya Tlanakan, Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan, bakal dioperasikan 2017 mendatang.
Selama ini terminal kargo sedang dalam proses perampungan, terlebih tidak memungkinkan dioperasikan dan proses pembangunan selesai dalam waktu cepat. Apalagi subsidi anggaran dari pemerintah setiap tahunnya terbilang minim dari jumlah yang dibutuhkan.
"Memang ada subsidi dari pemerintah setiap tahunnya, tapi hanya dalam angka kecil," kata Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Pamekasan Mohammad Zakir, seperti dilansir beritajatim.com, Selasa (23/8/2016).
Namun pihaknya komitmen untuk segera mengoperasikan terminal tersebut. "Biarpun tidak selesai, 2017 mendatang kita coba tetap action tanpa memungut distribusi," ungkapnya.
Pengoperasian terminal tersebut dianggap penting, terlebih saat arus lalu lintas di area perkotaan mulai padat. Semisal saat jam masuk dan pulang kantor ataupun sekolah. "Pukul 6 sampai pukul 8 masuk terminal, setelah itu bebas. Demikian juga pukul 12 sampai pukul 2 (14:00) masuk lagi," jelasnya.
Pada 2016 lalu, proyek terminal kargo dianggarkan sekitar Rp3 miliar. Jumlah tersebut digunakan untuk pembangunan gedung tertutup sebesar Rp2 miliar lebih, serta pembangunan tebing cor dengan anggara sebesar Rp1 miliar.
Selama ini, bongkar muat barang selalu dilakukan di area perkotaan. Bahkan tidak jarang mengakibatkan kemacetan arus lalu lintas, apalagi bongkar muat dilakukan tepat di sisi jalan raya. /x/
Selama ini terminal kargo sedang dalam proses perampungan, terlebih tidak memungkinkan dioperasikan dan proses pembangunan selesai dalam waktu cepat. Apalagi subsidi anggaran dari pemerintah setiap tahunnya terbilang minim dari jumlah yang dibutuhkan.
"Memang ada subsidi dari pemerintah setiap tahunnya, tapi hanya dalam angka kecil," kata Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Pamekasan Mohammad Zakir, seperti dilansir beritajatim.com, Selasa (23/8/2016).
Namun pihaknya komitmen untuk segera mengoperasikan terminal tersebut. "Biarpun tidak selesai, 2017 mendatang kita coba tetap action tanpa memungut distribusi," ungkapnya.
Pengoperasian terminal tersebut dianggap penting, terlebih saat arus lalu lintas di area perkotaan mulai padat. Semisal saat jam masuk dan pulang kantor ataupun sekolah. "Pukul 6 sampai pukul 8 masuk terminal, setelah itu bebas. Demikian juga pukul 12 sampai pukul 2 (14:00) masuk lagi," jelasnya.
Pada 2016 lalu, proyek terminal kargo dianggarkan sekitar Rp3 miliar. Jumlah tersebut digunakan untuk pembangunan gedung tertutup sebesar Rp2 miliar lebih, serta pembangunan tebing cor dengan anggara sebesar Rp1 miliar.
Selama ini, bongkar muat barang selalu dilakukan di area perkotaan. Bahkan tidak jarang mengakibatkan kemacetan arus lalu lintas, apalagi bongkar muat dilakukan tepat di sisi jalan raya. /x/
Tags:
Pamekasan
